MPR-UT Kerja Sama Masifkan Sosialisasi 4 Pilar

Abu Ubaidillah - detikNews
Sabtu, 19 Sep 2020 03:40 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

MPR melakukan kerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) untuk memasifkan sosialisasi 4 Pilar. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan yang dilakukan oleh Sekjen MPR, Ma'ruf Cahyono dan Wakil Rektor UT, Liestyodono Bawono Irianto di Ruang Delegasi, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD.

Ma'ruf Cahyono mengatakan acara penandatanganan kerja sama MPR dan UT dalam sosialisasi 4 Pilar ini adalah tindak lanjut dari kesepakatan yang telah dijalin oleh Ketua MPR, Bambang Soesatyo dengan Rektor UT, Ojat Darojat.

"Pada hari ini merupakan tindak lanjut dari MOU itu. Saya dan Pak Liestyodono menindaklanjuti," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2020).

Ma'ruf juga mengatakan sosialiasasi merupakan amanat dari UU MD3 sehingga untuk melakukan kegiatan tersebut perlu dilakukan secara gotong-royong atau kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, MPR telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan berbagai perguruan tinggi. Ma'ruf mengatakan memberikan sosialisasi nilai-nilai luhur bangsa adalah tanggung jawab semua.

"Sosialisasi memerlukan kerja sama dengan melibatkan seluruh pihak tanpa terkecuali termasuk perguruan tinggi dan kelompok strategis," jelasnya.

Dengan semakin banyaknya kerja sama dengan berbagai pihak, Ma'ruf mengatakan Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika akan semakin dipahami oleh masyarakat secara utuh dan menyeluruh. Sosialisasi dikatakan harus dilakukan dengan berbagai metode dan mengikuti perkembangan zaman.

"Kita sudah menggunakan informasi teknologi (IT) untuk melakukan sosialisasi," imbuhnya.

Ia mengatakan kemajuan IT itulah yang menurutnya juga perlu dikuasai agar sosialisasi bisa mengikuti perkembangan waktu.

Melalui kerja sama ini, MPR dan UT akan menyediakan narasumber untuk kegiatan-kegiatan sosialisasi. Ma'ruf mengatakan sudah banyak akademisi yang mengikuti training of trainers yang digelar MPR. Kegiatan TOT, demikian disebut lebih populer, adalah kegiatan untuk mencetak narasumber dalam kegiatan sosialisasi. Mereka yang sudah mengikuti TOT bisa diberdayakan melalui kerja sama ini.

Ma'ruf berharap kerja sama ini bisa dikembangkan dan disinergikan karena menurutnya antara MPR dan UT, dalam beberapa hal memiliki tugas yang hampir sama, yakni memberikan edukasi.

Bila di perguruan tinggi ada lembaga penelitian, maka di MPR ada Badan Pengkajian dan Komisi Kajian. Menurutnya, Badan Pengkajian dan Badan Komisi Kajian memiliki bidang kajian yang sangat luas, meliputi kajian mengenai sistem ketatanegaraan, konstitusi, dan pelaksanaannya.

Ma'ruf mengakui bicara soal konstitusi saja cakupannya sangat luas meliputi seluruh bidang/dimensi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Kalau mengkaji tentang ekonomi, pastinya juga akan mengkaji masalah konstitusi," imbuhnya.

Sementara itu, Liestyodono mengatakan UT memiliki mahasiswa sebanyak 324.000 orang. Mereka tersebar di seluruh Indonesia dan bahkan luar negeri (para pekerja imigran). Selain itu, UT juga memiliki lebih dari 1,8 juta alumni dan lembaga ini juga memiliki 39 wilayah.

"Jadi kami siap melakukan kerja sama untuk melakukan sosialisasi," tuturnya.

(ega/ega)