Round-Up

Mereka yang Minta Pilkada Ditunda karena Corona

tim detikcom - detikNews
Minggu, 20 Sep 2020 08:00 WIB
Warga mengikuti simulasi pemungutan suara Pilkada serentak 2020 di Jakarta, Rabu (22/7/2020). Simulasi tersebut digelar untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait proses pemungutan dan penghitungan suara Pilkada serentak 2020 yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19.
Ilustrasi Pilkada Serentak (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Sejumlah pihak meminta kontestasi Pilkada Serentak 2020 agar ditunda karena masih dalam kondisi pandemi virus Corona (COVID-19). Desakan itu datang dari mantan wakil presiden, kepala daerah hingga anggota senator.

Pilkada Serentak 2020 itu rencananya akan dilaksanakan pada Desember mendatang. Padahal, belakangan ini kasus positif Corona di Indonesia terus meningkat.

Dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dibagikan tim BNPB, total kumulatif kasus Corona di RI hingga Sabtu (19/9) ada 240.687 kasus positif Corona. Kemudian total pasien sembuh 174.350 orang dan pasien meninggal dunia ada 9.448 orang.

Karena itu, desakan agar penyelenggaraan Pilkada 2020 ditunda terus bermunculan. Sebab, penyelenggaraan Pilkada di tengah pandemi Corona dianggap membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Lalu siapa saja yang meminta agar Pilkada 2020 ditunda?

Selanjutnya
Halaman
1 2 3