KPAI Minta Sejarah Tetap Jadi Pelajaran Wajib

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 20 Sep 2020 16:35 WIB
Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listiarti, Solo, Rabu (27/2/2019).
Komisioner KPAI Retno Listiarti (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Sementara itu, Retno melihat pembelajaran sejarah dari para guru cenderung mengedepankan teknik menghapal. Padahal nilai-nilai sejarah bisa ditinjau dari sisi pemaknaan dan esensi dari suatu peristiwa sejarah.

Sebelumnya diberitakan, isu penghapusan pelajaran sejarah SMA sederajat dari mata pelajaran wajib termuat dalam dokumen 'Sosialisasi Penyederhanaan Kurikulum Asesmen Nasional' yang beredar di publik. Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Maman Fathurrohman mengatakan dokumen itu masih dalam ranah diskusi internal.

"Dalam ranah diskusi internal," kata Maman kepada detikcom pada Jumat (18/9).

"(Soal rencana menghilangkan pelajaran sejarah) masih dalam tahap diskusi dengan seluruh komponen terkait. Dalam proses perencanaan dan diskusi ini, tentunya Kemendikbud mengapresiasi masukan dari seluruh pemangku kepentingan pendidikan, termasuk organisasi, pakar, dan pengamat pendidikan yang merupakan bagian penting dalam pengambilan kebijakan," sambungnya.

Halaman

(rdp/gbr)