Petani di Sumatera Utara Kembali Kembangkan Vanili Lokal

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 19 Sep 2020 20:20 WIB
Perkebunan vanili
Foto: Dok. Ditjenbun
Jakarta -

Pengawas Benih Tanaman BBPPTP Susilawati Lubis mengatakan sejak 1980-an tanaman vanili sudah berkembang dan dibudidayakan petani secara swadaya di Kabupaten Dairi. Namun, tanaman vanili yang mudah terserang hama jamur fusarium batatis membuat minat petani kala itu menurun untuk mengembangkannya.

"(Terlebih) terbatasnya sumber benih vanili di Indonesia membuat petani sulit untuk memperoleh benih unggul bermutu, sehingga petani menggunakan benih vanili sembarangan tanpa memperdulikan asal usul benihnya," ujar Susilawati dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/9/2020).

Kini, kata dia, ketika harga vanili sudah meningkat para petani kembali bergairah untuk kembali mengembangkannya. Menurutnya, salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan vanili ke depan adalah ketersediaan bahan tanam unggul dan bermutu.

"Bahan tanam yang demikian sulit diperoleh petani. Bahan tanam yang dikembangkan petani umumnya berasal dari sekitar desanya kemudian melakukan perbanyakan secara vegetatif dengan cara stek," ungkapnya.

"Untuk mendapatkan bahan tanam yang unggul dan bermutu, pemerintah menganjurkan agar benih yang digunakan berasal dari kebun sumber benih yang telah ditetapkan oleh pemerintah," imbuhnya.

Diketahui, Pulau Sumatera belum tersedia sumber benih vanili. Jika petani membutuhkan benih unggul dan bersertifikat harus memesan dari produsen benih yang ada di Pulau Jawa. Untuk itu pemilik kebun vanili di Kabupaten Dairi Bapak Dionisius Cahaya Karo-karo mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal Perkebunan dengan Nomor Surat 520/1533/2020 Tanggal 27 Mei 2020.

Berdasarkan permohonan Direktur Perbenihan atas nama Direktur Jenderal Perkebunan menerbitkan Surat Tugas No. 410/KB.020/E.2/09/2020 Tanggal 8 September 2020, menugaskan tim dari Ditjenbun, pemulia tanaman vanili, PBT BBPPTP Medan, Dinas Perkebunan Sumatera Utara dan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Dairi.

Sementara itu, mengacu kepada Keputusan Menteri Pertanian No. 08/KPTS/KB.020/1/2018 Tentang Pedoman Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Benih Tanaman Vanili (Vanilla planifolia Andrews), untuk penetapan kebun sumber benih vanili dapat dilakukan pada benih unggul dan unggul lokal.

"Berdasarkan pemeriksaan dokumen dan fisik tanaman di lapangan dapat disimpulkan bahwa tanaman vanili di Kabupaten Dairi dapat disebutkan sebagai unggul lokal karena sudah berkembang lebih dari 5 tahun, namun pemilik kebun tidak dapat menunjukkan dokumen asal usul benihnya," pungkas Susilawati.

(prf/ega)