Masyarakat Sejarawan Minta Sejarah Tetap Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Sabtu, 19 Sep 2020 19:59 WIB
59 ribu siswa SD/MI dan SMP/MTs di Brebes ikuti ujian nasional, (22/4/2019).
Ilustrasi belajar-mengajar (Imam Suripto/detikcom)
Jakarta -

Isu penghapusan mata pelajaran sejarah di tingkat SMA menjadi sorotan publik. Pengurus Pusat Masyarakat Sejarawan Indonesia (PP-MSI) menyoroti wacana kajian penghapusan pelajaran sejarah yang sempat menjadi kajian internal di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Ketua Umum Masyarakat Sejarawan Indonesia Hilmar Farid memberikan apresiasi atas keterangan Kemendikbud yang sudah menyatakan tidak akan menghilangkan mata pelajaran sejarah. Namun Hilmar juga mengapresiasi setiap kritik dan penolakan yang berkembang terkait isu tersebut.

"PP-MSI menyambut baik sikap Kemendikbud, tapi juga memberikan apresiasi terhadap kritik dan penolakan yang sempat berkembang, karena menunjukkan perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap arti penting sejarah dalam membentuk identitas dan karakter bangsa," ujar Hilmar dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (19/9/2020).

Hilmar mendesak agar mata pelajaran sejarah tetap dipertahankan sebagai mata pelajaran wajib di sekolah. Menurut dia, sejarah adalah instrumen strategis guna membentuk identitas dan karakter siswa.

"Pelajaran sejarah tetap dipertahankan sebagai pelajaran wajib di sekolah menengah karena merupakan instrumen strategis untuk membentuk identitas dan karakter siswa," kata Hilmar

Hilmar juga meminta agar semua siswa di jenjang pendidikan memperoleh pendidikan sejarah dengan kualitas yang sama. Hilmar pun berpendapat, penyederhanaan kurikulum harusnya dilakukan dengan peningkatan mutu pelajaran serta peningkatan kompetensi guru.

"Setiap siswa di setiap jenjang pendidikan, baik yang bersifat umum maupun kejuruan, mendapatkan pendidikan sejarah dengan kualitas yang sama. Penyederhanaan kurikulum hendaknya dilakukan dengan orientasi peningkatan mutu pelajaran dan disertai peningkatan kompetensi guru," ujar Hilmar.

Tonton video 'Sekolah Tatap Muka di Pinrang Disetop, Antisipasi Penularan Corona':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2