Polisi: Sejoli Pemutilasi Tak Terindikasi Alami Gangguan Jiwa

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 19 Sep 2020 17:46 WIB
Polisi telah menangkap dua pelaku mutilasi di Apartemen Kalibata City. Keduanya adalah Djumadil Al Fajri dan Laeli Atik Supriyatin yang merupakan pasangan kekasih.
Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan kedua sejoli pemutilasi, Laeli Atik Supriyatin (27) dan Djumadil Al Fajri (26), tidak terindikasi mengalami gangguan kejiwaan. Keduanya secara sadar melakukan pembunuhan berencana.

"Kalau selama ini sudah direncanakan, artinya dia itu bisa dilakukan sebagai orang yang bertanggung jawab dan dia mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya itu," ujar Tubagus saat dihubungi detikcom, Sabtu (19/9/2020).

Tubagus memastikan kedua tersangka bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

"Dengan hasil pemeriksaan selama ini, tidak ada masalah dengan jiwa gilanya itu, nggak ada. Kalau dia gila, baru nggak bisa (dihukum)," terang Tubagus.

Saat ditanya apakah polisi akan melakukan tes kejiwaan terhadap kedua tersangka, menurut Tubagus, hal itu tidak berpengaruh terhadap penerapan pasal yang dipersangkakan terhadap keduanya.

"Itu dites kejiwaannya, tapi tidak banyak berpengaruh terhadap penerapan pasal. Itu hanya untuk pendalaman saja kenapa orang melakukan kajian itu," imbuhnya.

Tubagus menyebut kedua tersangka telah merencanakan aksi sadis mereka dengan sangat matang, mulai pencarian korban di aplikasi Tinder, eksekusi, hingga upaya menghilangkan bukti jenazah korban.

Seperti diketahui, Laeli dan Fajri dijerat dengan pasal berlapis, mulai Pasal 338, 340, hingga 365, dengan ancaman hukuman mati. Sejoli itu kini ditahan di Polda Metro Jaya.

Kasus tersebut terungkap saat keduanya diamankan polisi di daerah Depok, Jawa Barat, pada Rabu (16/9). Dari situ akhirnya terungkap pelaku menyimpan potongan tubuh korban di dalam dua koper dan satu ransel di Apartemen Kalibata City setelah mengeksekusinya di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat.

Drama Penangkapan Pemutilasi Rinaldi: Kejebak di Rumah Tetangga:

[Gambas:Video 20detik]



(mei/mei)