5 Target Luhut dalam 2 Pekan: Kasus Corona Turun-Kesembuhan Naik

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 19:58 WIB
Luhut Binsar Panjaitan (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Foto: Luhut Binsar Panjaitan (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan 5 poin yang jadi target untuk dicapai selama 2 minggu ke depan. Target tersebut ialah perilaku masyarakat dalam pandemi hingga menurunkan angka kematian.

"Target 2 minggu ke depan ini ada beberapa hal yang kita sudah coba rumuskan, mendorong perubahan perilaku masyarakat yang lebih cepat lagi untuk melaksanakan protokol kesehatan, kedua penurunan penambahan kasus harian, ketiga peningkatan recovery rate, empat penurunan immortality rate, lima penurunan immortality cases," ungkap Luhut.

Hal ini disampaikan Luhut dalam video conference, Jumat (18/9/2020). Rapat virtual ini dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Darat ( KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Wakapolri Komjen Gatot Eddy, dan Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo.

Dia mengatakan ada waktu 3 bulan ke depan yang disebutnya critical time. Lima target tersebut harus bisa dicapai sebelum vaksinasi virus Corona dilakukan.

"Jadi vaksin ini mulai jalan kita harapkan Desember awal sudah terus ke depan, jadi Desember ke depan ini pemerintah sudah menyiapkan baik itu KSAD ataupun Polri untuk unsur-unsur kesehatan kita untuk melakukan injeksi ke tempat-tempat yg diprioritaskan nanti, terutama bidang kesehatan dan pembantunya," ujar dia.

Luhut menyampaikan ada target melaksanakan vaksinasi kepada 100 juta orang saat 2021 nanti. Dia mengajak masyarakat untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Kalau itu terlalui sampai Januari sudah sampai 100 juta yang diinjeksi, saya kira mungkin akan mulai terkendali. Itu saya kira target kita. Karena tahun depan kita akan dapatkan 270 juta lebih (vaksin), mungkin saya kira akan lebih dari angka itu," kata Luhut.

Luhut mengatakan ada peningkatan kasus pada September dibanding Agustus. Dia mengatakan kondisi tersebut terjadi karena dibukanya kegiatan ekonomi.

"Sekarang kita ketatkan lagi. Ini sebenarnya seni, seperti science and art, bagaimana kita memelihara keseimbangan ini antara penanganan COVID dan ekonomi, dan sekaligus juga menunggu tadi masa kritikal ini dilewati dengan adanya vaksin dan obat," ujar Luhut.

Simak juga video 'Jokowi Minta Luhut-Doni-Terawan Tekan Kasus Corona di 9 Provinsi':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/imk)