Pemerintah RI Ingin Dapat Tambahan 10 Juta Vaksin Lagi dari UEA

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 19:31 WIB
Vaccine and syringe injection It use for prevention, immunization and treatment from COVID-19
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/kiattisakch)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Indonesia telah mendapatkan bantuan vaksin dari Uni Emirat Arab (UEA). Total ada 20 juta vaksin.

"Kalau 20 juta (vaksin) sudah dapat," ujar Luhut dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jumat (18/9/2020).

Luhut menyebut pihaknya akan berusaha melobi kembali otoritas UEA untuk meminta tambahan vaksin. Luhut menginginkan tambahan 10 juta vaksin.

"Kita pengin sih tambah lagi, tambah 10 juta lagi, karena komunikasi kita sangat baik dengan UEA," tuturnya.

Luhut menargetkan Indonesia menerima 30 juta vaksin Corona. Jika 30 juta vaksin dari UEA sudah tiba di Indonesia, yang diutamakan menerima vaksin adalah tenaga kesehatan.

"Orang-orang yang bertugas (bidang) kesehatan itu semua akan kita dapatkan," imbuh Luhut.

Sebelumnya, tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berkunjung ke Uni Emirat Arab terkait kerja sama pengembangan vaksin COVID-19. BPOM juga melihat langsung proses uji klinis tahap III vaksin COVID-19.

"Dalam kesempatan pada 24-26 Agustus lalu, kami menemui Departemen Kesehatan Emirat, Abu Dhabi, yang memberikan izin dan memonitor uji klinis, kemudian kami juga berkesempatan bertemu dengan Kementerian Kesehatan Uni Emirat Arab di Dubai yang membawahi otoritas obat dan market license dan pihak CEO G42 juga mengunjungi vaccine testing center yang berlokasi Abu Dhabi National Exhibition Center," ujar Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito.

Penny mengatakan proses uji klinis vaksin di UEA berjalan lancar. Salah satu aspek positif dari uji klinis tersebut adalah keikutsertaan warga dari berbagai bangsa.

"Kami melihat uji klinis fase III dilaksanakan dengan sangat baik dan terorganisasi dan banyak sekali aspek, baik positif dalam pelaksanaan uji klinis di Uni Emirat Arab adalah partisipasi 22 ribu peserta dengan keberagaman kebangsaan karena Uni Emirat Arab salah satu negara melting pot," ujar dia.

(isa/imk)