Luhut: Tingkat Kematian Corona di ICU Tinggi, Manajemen Perlu Ditingkatkan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 19:08 WIB
Menko Luhut Binsar Pandjaitan (Lisye-detikcom)
Menko Luhut Binsar Pandjaitan (Lisye/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan meminta manajemen ICU di rumah sakit yang menangani Corona ditingkatkan. Manajemen perlu ditingkatkan karena tingkat kematian paling tinggi di ICU.

"Kami menemukan, untuk perlu meningkatkan manajemen rumah sakit, terutama dalam hal berhubungan langsung dengan COVID-19. Manajemen ICU, sumber daya manusia, obat, dan peralatan serta metode terapi," kata Luhut dalam press conference terkait dengan Penanganan COVID-19 di 8 Provinsi di Indonesia yang disiarkan di YouTube Kemenko Marves, Jumat (18/9/2020).

Luhut mengatakan malam ini jajarannya akan menggelar rapat virtual dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Rapat ini membahas manajemen ICU.

"Nanti malam akan ada vidcall (video call) dengan Kemenkes dan karena mereka sedang menyiapkan kolaborasi dengan rumah sakit-rumah sakit yang ada. Bagaimana menangani di ICU karena tingkat kematian yang tinggi adalah di ICU," jelasnya.

Menurut Luhut, jika manajemen ICU ditingkatkan, laju kematian akibat Corona ini bisa ditekan. Dia juga meminta delapan provinsi di Indonesia nantinya bisa mengikuti arahan Satgas dan Kemenkes terkait manajemen ICU ini.

"Kalau ini kita perbaiki dengan selama pengalaman kita 6 bulan ini, dengan obat-obat yang sudah ada disusun dengan baik, maka tingkat kematian akan kita kontrol. Nanti RSPAD berkolaborasi dengan banyak RS," katanya.

"Kalau kami sudah sepakat nanti malam dan besok, maka hari Senin (18/9) merupakan briefing dari seluruh rumah sakit di delapan provinsi tahap pertama untuk menyiapkan itu, sehingga penanganan manajemen untuk ICU, dan juga mengenai training, sumber daya manusia, dan pengecekan obat-obatan pada ICU itu sudah kita akan kita sesuaikan," tambah Luhut.

(zap/imk)