Kejagung Ungkap Alasan Periksa Tersangka Suap Djoko Tjandra Andi Irfan di KPK

Wilda Nufus - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 18:36 WIB
Tersangka skandal suap Djoko Tjandra-Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Andi Irfan Jaya (AIJ) selesai menjalani pemeriksaan di KPK. Andi Irfan bungkam.
Foto: Tersangka kasus suap Djoko Tjandra, Andi Irfan Jaya (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Andi Irfan Jaya yang merupakan tersangka kasus suap Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki Sirna Malasari di gedung KPK. Kejagung mengatakan pemeriksaan yang dilakukan di KPK ini berdasarkan aturan dari Dirjen Lapas Kemenkumham.

"Lebih praktis di sana, karena ditahan di sana. Biasa kan kalau perkara itu pelakunya banyak itu kita pisah. Jiwasraya juga kita pisah kan jadi periksanya di sana," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Ali Mukartono kepada wartawan di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2020).

"KPK tidak izinkan kalau dibawa, aturannya dari Dirjen Lapas gitu. Bukan aturan dari KPK, dari Dirjen Lapas," sambung Ali.

Ali membantah pemeriksaan ini sebagai bentuk KPK hendak mengambil alih kasus. Namun Ali tidak menutup pintu kemungkinan KPK mengambil alih kasus jika berdasarkan undang-undang.

"Tidak ada. Itu kan perkara di sini diselesaikan di sini, tapi kalau KPK mau mengambil alih berdasarkan Undang-undang itu ya silakan saja, tapi itu masih tugas kita menyelesaikan," ucap Ali.

Diberitakan sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan Andi Irfan menjalani pemeriksaan dari penyidik Kejagung. Ia mengatakan pemeriksaan di KPK ini merupakan bentuk sinergi antar-aparat penegak hukum.

"Tersangka AIJ (Andi Irfan Jaya) dibawa ke KPK dalam rangka pemeriksaan oleh penyidik tim Kejaksaan Agung. Mengenai materi pemeriksaan tentu menjadi wewenang kejaksaan," kata Ali, kepada wartawan.

"Sebagai bentuk sinergi antar-aparat penegak hukum, KPK fasilitasi tempat penahanan dan pemeriksaan tersangka," sambung Ali.

Andi Irfan selesai diperiksa pukul 13.00 WIB dari kedatangannya pada pukul 10.14 WIB. Andi terlihat mengenakan rompi pink dengan tangan diborgol.

Dalam skandal suap ini, Djoko Tjandra diduga memberikan suap kepada Pinangki, yang menjanjikan pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) agar bebas dari eksekusi hukuman pidana dalam perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali. Andi Irfan Jaya diduga sebagai perantara suap dari Djoko Tjandra ke Pinangki.

Lihat juga video 'Pinangki Ngaku Tak Kenal DK Dikasus Fatwa MA Djoko Tjandra':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/aud)