Sempat Terdampak Puting Beliung, RS Corona Pulau Galang Tetap Beroperasi

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 16:15 WIB
Bangunan RSKI COVID-19 Pulau Galang rusak, diterjang angin kencang. (Dok RSKI CPVID-19 Pulau Galang/Antara)
Bangunan RSKI COVID-19 Pulau Galang rusak, diterjang angin kencang. (Foto: dok. RSKI CPVID-19 Pulau Galang/Antara)
Jakarta -

RS Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang tertiup angin sehingga menyebabkan sebagian atap di teras terbang. Namun RSKI Pulau Galang memastikan pelayanannya beroperasi normal.

"Terkait adanya angin puting beliung kemarin, betul itu terjadi. Namun dampaknya hanya koridor dan teras RS infeksi yang kena, sehingga tidak mengganggu operasi RS tersebut dan alhamdulillah hari ini dampak dari puting beliung sudah selesai siang ini, sehingga sama sekali sudah berjalan seperti yang selama ini dilaksanakan," kata Kepala Staf Kogabwilhan I Mayjen TNI Syafruddin dalam YouTube BNPB Indonesia, Kamis (18/9/2020).

Syafruddin mengatakan pada saat peristiwa angin puting itu terjadi ruang perawatan pasien tidak terkena dampak, melainkan hanya di teras dan koridor RS. Ia mengungkap akibat kejadian itu sebagian atap di bagian depan teras terbang.

"Hanya di teras yang atapnya saja yang terbang, hanya beberapa meter. Tempat itu bukan tempat perawatan pasien. Jadi hampir nggak berpengaruh," ujarnya.

Ia memastikan kondisi pasien tidak ada yang diungsikan setelah kejadian karena yang terkena dampak hanya bagian depan teras rumah sakit. Selain itu, kerusakan yang terjadi akibat puting beliung sudah diperbaiki oleh personel TNI yang bertugas di lokasi.

"Saya kira nggak ada masalah, karena di samping tenaga medisnya yang ada di sana dengan relawan, di situ juga ada tentara kurang-lebih 50 orang yang bisa memperbaiki apabila ada kerusakan-kerusakan seperti yang terjadi sekarang ini. Kerusakan yang kemarin hanya setengah hari sudah bisa diselesaikan secara internal oleh personel kita," paparnya.

Sebelumnya, atap serta dinding gedung karantina 240 di Rumah Sakit Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang copot dan beterbangan. Penyebabnya adalah angin kencang pada Rabu dini hari.

"Sekitar pukul 01.30 WIB hujan deras disertai angin kencang dan pada pukul 02.30 WIB seng beterbangan semua, di bangunan karantina 240," kata Kepala RSKI COVID-19 Pulau Galang Kolonel Khairul Ihsan seperti dilansir Antara, Kamis (17/9).

(yld/imk)