Penjelasan Kontraktor soal Perbaikan RS Pulau Galang Usai Puting Beliung

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 16:05 WIB
Bangunan RSKI COVID-19 Pulau Galang rusak, diterjang angin kencang. (Dok RSKI CPVID-19 Pulau Galang/Antara)
Bangunan RSKI COVID-19 Pulau Galang rusak, diterjang angin kencang. (Foto: dok. RSKI CPVID-19 Pulau Galang/Antara)
Jakarta -

Atap serta dinding gedung karantina 240 di Rumah Sakit Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang copot akibat angin kencang. Proses perbaikan telah berlangsung dan akan selesai besok.

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) selaku kontraktor Rumah Sakit Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang memberi penjelasan tentang peristiwa ini. Angin kencang puting beliung itu terjadi pada Rabu (16/9) dini hari.

"Karena berbatasan langsung dengan alam terbuka, terdapat beberapa kerusakan minor akibat bencana alam tersebut, yaitu kerusakan penutup atap pada Gedung A RSKI COVID-19 dan pada hari yang sama dilakukan pengecekan dan perbaikan secara menyeluruh," kata PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk dalam keterangannya, Jumat (18/9/2020).

Perbaikan saat ini sedang berlangsung. Perbaikan ditargetkan selesai besok.

"Rencananya, per tanggal 19 September 2020, Gedung A RSKI COVID-19 akan selesai diperbaiki dan kembali dapat memberikan pelayanan yang optimal seperti sedia kala," demikian pernyataannya.

Berikut pernyataan dari PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk:

Perbaikan Rumah Sakit Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang Selesai Jumat ini

Jakarta, 19 September 2020 - Terkait dengan bencana alam angin puting beliung yang terjadi di wilayah Batam Kepulauan Riau, Rabu dini hari (16/9), berdampak pada kerusakan di beberapa bagian Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) COVID-19 di pulau Galang, Batam. Untuk itu, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) selaku kontraktor memberikan beberapa penjelasan sebagai berikut:

1. Pada pukul 02:00 WIB curah hujan semakin deras disertai angin puting beliung di sekitaran RSKI COVID-19, embusan angin puting beliung merambah ke bangunan observasi setelah melewati area helipad.

2. Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Batam Suratman mengatakan angin kencang yang terjadi dini hari tadi disebabkan oleh adanya pembentukan awan cumulonimbus (CB) di sekitar Kepri. Awan tersebut mengakibatkan tekanan udara menjadi rendah (ekstrem), Batamnews.com (16/9).

3. Karena (gedung) berbatasan langsung dengan alam terbuka, terdapat beberapa kerusakan minor akibat bencana alam tersebut, yaitu kerusakan penutup atap pada Gedung A RSKI COVID-19 dan di hari yang sama dilakukan pengecekan dan perbaikan secara menyeluruh.

4. Tidak ada pasien yang mengalami luka akibat insiden itu dan operasional RSKI dari awal kejadian tetap dapat berjalan normal hingga saat ini.

5. Rencananya, per tanggal 19 September 2020, Gedung A RSKI COVID-19 akan selesai diperbaiki dan kembali dapat memberikan pelayanan yang optimal seperti sedia kala. WEGE menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan publik yang diakibatkan oleh kejadian ini, kami tetap berkomitmen untuk mengutamakan mutu pekerjaan dan keselamatan dan kesehatan kerja dalam pelaksanaan pekerjaan di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) COVID-19.

Demikian klarifikasi ini dibuat untuk menghindari kemungkinan kesalahpahaman pemberitaan di kemudian hari dan wujud penyampaian informasi yang berimbang kepada masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, atap serta dinding gedung karantina 240 di Rumah Sakit Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang copot dan beterbangan akibat angin kencang pada Rabu (18/9). Gedung yang rusak adalah gedung karantina yang diisi 160 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Seluruh pasien yang dirawat dipindahkan ke gedung yang berlokasi di sebelahnya.

"Sekitar pukul 01.30 WIB hujan deras disertai angin kencang dan pada pukul 02.30 WIB seng beterbangan semua, di bangunan karantina 240," kata Kepala RSKI COVID-19 Pulau Galang Kolonel Khairul Ihsan seperti dilansir Antara, Kamis (17/9/2020).

(imk/jbr)