Syekh Ali Jaber Tepis Isu Pulang ke Madinah: Saya Siap Mati di RI

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 15:20 WIB
Syekh Ali Jaber memberikan keterangan usai insiden penyerangannya
Syekh Ali Jaber memberikan keterangan setelah insiden penyerangannya. (Foto: Tangkapan layar)
Jakarta -

Pendakwah Syekh Ali Jaber menepis isu yang menyatakan dirinya pulang ke Madinah pasca-insiden penusukan. Dia menegaskan itu tidak benar, dan dirinya masih beraktivitas selepas insiden itu.

"Allah masih berikan izin, masih berikan keselamatan, dan saya bisa beraktivitas kembali dan melanjutkan safari dakwah. Walaupun mulai beredar berita hoaks, Syekh Ali Jaber sudah pulang ke Madinah," katanya dalam siaran langsung melalui aku YouTube Syekh Ali Jaber, Jumat (18/9/2020).

"Pertama, Madinah nggak ada flight-nya, masih tutup. Terus, yang kedua, kabar yang sudah beredar ke mana-mana itu sebenarnya di saat saya tiba dari Lampung," lanjut Ali Jaber.

Ali Jaber menegaskan siap mati di Indonesia. Dia akan tetap berdakwah di Indonesia.

"Dan saya sudah beberapa kali menyampaikan, saya siap mati di Indonesia, saya siap dimakamkan di Indonesia, dan saya tidak pernah takut soal mati, karena saya sudah jatuh cinta dengan Indonesia, dan apa yang saya perjuangkan untuk Indonesia ini anugerah dari Allah untuk saya," ujarnya.

Ali Jaber diketahui kini sudah menjadi WNI. Dia berjanji akan memberikan hal yang bermanfaat untuk Indonesia

"Bukan saya karena punya kelebihan, hanya saya berusaha menjadi orang baik, menjadi orang yang bermanfaat untuk masyarakat, untuk negara, apalagi semenjak saya mendapatkan penghargaan sebagai WNI, makanya tugas saya betul-betul menjaga amanah dan kepercayaan itu, menjaga nama baik Indonesia dan selalu berusaha memberi sesuatu yang bermanfaat, yang berkesan. Intinya, menjadi orang yang mulia akhlak," ungkapnya.

Sebelumnya, peristiwa penusukan itu terjadi pada Minggu (13/9) setelah Syekh Ali Jaber berceramah di Masjid Falahuddin, Bandar Lampung. Pelaku penusukan berinisial AA (24) ditangkap di lokasi kejadian setelah menyerang Syekh Ali Jaber.

Saat ini tersangka AA telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polresta Bandar Lampung. Polisi mengenakan pasal pembunuhan sehingga tersangka AA tersangka terancam hukuman mati.

"Pasal yang disangkakan pada tersangka AA ini adalah pasal percobaan pembunuhan. kemudian kita juga kenakan pasal pembunuhan, dan kita kenakan pasal penganiayaan menyebabkan luka," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2020).

"Jadi ancaman hukumannya hukuman mati atau seumur hidup, paling 20 tahun," sambung Argo.

(eva/fjp)