Round-Up

(Lagi-lagi) Poyuono vs Habiburokhman Gegara Prabowo 'Disenggol'

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 06:11 WIB
Tahun 2019 ini diwarnai rematch dan manuver elite politik yang mengejutkan. Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto yang semula bersaing sengit kemudian bersatu di kabinet baru.
Foto: Prabowo Subianto (Dok)

Habiburokhman menduga Poyuono melakukan manuver karena galau terkait statusnya di kepengurusan partai. Namun, itu baru sebatas dugaan.

"Saya nggak tahu, mungkin aja dia galau soal kepengurusan," sebutnya.

HabiburokhmanHabiburokhman (Foto: Dok. Istimewa)

Habiburokhman mengingatkan Poyuono bahwa kepengurusan partai itu bersifat dinamis. Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) itu pun mengimbau agar Poyuono bersikap santai.

"Harusnya dia santai aja, karena urusan penugasan kan memang dinamis," ujar salah satu juru bicara Gerindra itu.

Terkait dugaan pelanggaran HAM berat Prabowo, menurut Habiburokhman, tidak ada yang perlu dipertanyakan. Ia menegaskan nama Prabowo tidak ada dalam kasus penghilangan paksa pelanggaran HAM berat.

"Kasus penghilangan paksa sudah jelas sudah disidang dan anggota Tim Mawar sudah dihukum. Crystal clear. Sama sekali nggak ada nama Pak Prabowo di kasus itu," ujar Habiburokhman.

Justru, apabila kasus itu dibongkar, sebut dia, malah akan melanggar asas ne bis in idem. Menurutnya, itu akan menabrak kepastian hukum.

"Kalau kasus itu dibongkar kembali tentu melanggar asas nebis in idem atau mengadili perkara yang sama dua kali dan itu menabrak kepastian hukum," ucap Habiburokhman.

Halaman

(zak/zak)