Round-Up

'To Firdaus We Ascend' dalam Radar Badan Antiterorisme

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 05:30 WIB
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar
Foto: Rakean R Natawigena / 20detik
Jakarta -

Beredar pesan berantai berisi informasi adanya grup di aplikasi pesan WhatsApp (WA) bernama 'To Firdaus We Ascend.' Grup itu disebut sebagai grup yang berkaitan dengan kelompok teroris ISIS.

"Izin menginfokan. Sudah ada grup WA dengan nama ('To Firdaus we ascend'/'ke surga kita pergi'), jika di-invite/diundang jangan ikut bergabung, WA ini milik ISIS/Daesh. Jika bergabung, maka Anda tidak bisa keluar dari grup. Agar berhati-hati, sebarkan kepada keluarga & sahabat anda," tulis pesan berantai itu, seperti dilihat detikcom, Kamis (17/9/2020).

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar menanggapi soal pesan berantai tersebut. Baginya, masyarakat perlu berhati-hati terhadap konten bernuansa propaganda.

"Pertama, berkaitan dengan konten informasi mengarah kepada hal-hal terkait ajakan untuk semacam merupakan propaganda ya. Terkait dengan konten di media sosial yang nuansanya propaganda sekaligus ajakan untuk melakukan aktivitas terkait kegiatan teror ya, tentunya masyarakat perlu waspada," kata Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar kepada detikcom.

Jaringan terorisme kerap menggunakan media sosial untuk menyebarkan propaganda. Maka, masyarakat perlu menyaring informasi-informasi yang beredar di sosial media.

"Jadi karena di informasi yang beredar di dunia maya ini ya tentu tidak semuanya informasi yang bermanfaat dan baik kepada masyarakat. Jadi perlu kita mewaspadai ajakan-ajakan untuk bergabung dalam suatu percakapan grup media sosial, karena memang hari ini propaganda pelaku jaringan terorisme itu mengandalkan sosial media dalam menyebarluaskan konten-kontennya," ujar Boy.

"Jadi penyebarluasan yang sifatnya paham radikal intoleran itu antara lain memanfaatkan social media. Jadi masyarakat perlu waspada dan memilih informasi yang bermanfaat. Jika ada hal-hal propaganda yang sifatnya provokatif, mengajak untuk bergabung untuk mengarah ke kegiatan-kegiatan terorisme sebagusnya diabaikan," lanjutnya.

Boy menyebut BNPT memantau beredarnya infomasi soal grup WA tersebut. Tindakan itu penting sebagai pencegahan aksi terorisme di Indonesia.

"Jadi informasi seperti ini juga merupakan bagian yang kita lakukan monitoring dan antisipasi terhadap konten-konten tersebut. karena berpotensi untuk mencelakakan masyarakat. Bila warga tak menyadari, tentu bisa mengarah pada kegauatan-gautan, bergabung, secara tidak sadar mengikuti, apalagi generasi muda. Yang penting kita perlu waspada karena dari socmed inilah yang memang banyak dijadikan sarana penyebarluasan tadi, termasuk perekrutan," tuturnya.

Tonton video 'Jurus BNPT Mencegah Radikalisme, Blak-blakan Kepala BNPT':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/zap)