Jokowi Tunjuk BNPT-Polri-BIN Usut Penyerangan Ulama Sebelum Syekh Ali Jaber

Jeka Kampai - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 19:07 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Foto: dok. Biro Pers Setpres)
Padang -

Menko Polhukam Mahfud Md meminta masyarakat tidak berspekulasi dan menyebut pemerintah sedang berupaya menutup kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jaber. Mahfud mengatakan pemerintah tidak percaya soal kabar tersangka AA (24) sakit jiwa.

"Kalau kita tidak percaya, sekurang-kurangnya belum percaya bahwa yang bersangkutan sakit jiwa. Masyarakat jangan berspekulasi seakan pemerintah sedang mencari cara untuk menutup kasus ini," kata Mahfud di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (16/9/2020) sore.

Mahfud mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polri untuk mengusut kasus penyerangan terhadap ulama yang terjadi sebelum kasus Syekh Ali Jaber.

Menko Polhukam Mahfud Md (dok Kemenko Polhukam)Menko Polhukam Mahfud Md (Foto: dok. Kemenko Polhukam)

Jokowi, lanjutnya, meminta kasus ini diusut lagi agar tak ada lagi spekulasi liar yang berkembang di masyarakat.

"Tadi saya mendapat mendapat arahan dari Presiden agar BNPT dan instansi terkait, seperti Polri, BIN, dan lain-lain, itu menjejak juga, 2016, 2017, 2018 ada juga kasus seperti ini. Selalu modusnya sama, yaitu katanya sakit jiwa, lalu hilang kasusnya. Lalu sekarang itu sudah diselidik lagi yang dulu-dulu itu, jangan-jangan ini diorganisir oleh orang yang sama. Kita membaca juga diorganisir oleh orang yang sama hasil temuan seorang wartawan investigasinya dibilang ke saya," ungkap Mahfud.

"Ternyata, di tempat-tempat itu, pelakunya selalu sama polanya. Tinggal di dekat peristiwa, kira-kira 300 meter, lalu datang ke lokasi. Pernah ketemu. Setelah itu dinyatakan gila," katanya.

Simak video 'Kasus Penyerangan Ulama, Mahfud Md: Jangan-jangan Ini Terorganisir':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2