Epidemiolog Setuju Aturan Pemobil Pakai Masker: Tak Ada Pengecualian

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 05:21 WIB
Sinergi TNI Polri terus berupaya melakukan pencegahan COVID-19 dengan membagikan masker, sembako hingga rompi di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta.
Ilustrasi kampanye penggunaan masker (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono sepakat dengan aturan kewajiban tetap memakai masker meski tengah sendirian di mobil pribadi. Protokol itu dinilai sebagai upaya pencegahan atau meminimalisir penyebaran virus Corona (COVID-19).

"Saya setuju harus pakai masker di manapun. Protokol pakai masker walau sendirian dalam mobil memang perlu," kata Pandu kepada wartawan, Kamis (17/9/2020).

Pandu juga mengirimkan hasil review terkait peningkatan risiko penularan virus Corona di dalam mobil saat jendela tertutup. Selain itu, dikhawatirkan terjadi penularan saat mobil itu juga ditumpangi orang tanpa gejala (OTG).

"Ketika sendirian dalam mobil, sebaran virusnya sama dengan sebaran virus dalam ruang tertutup, apalagi ruangan mobil cukup sempit dan ber-AC, maka daya tahan virus yang nempel di ruang mobil lebih lama. Kalau kemudian mobil dipakai orang lain atau kemudian ada yang menumpang, sebaran virus jadi dimungkinkan oleh virus yang nongkrong di kursi, dinding, tisue mobil dan lain-lain ketika OTG tidak pakai masker lagi sendirian di mobil," ujarnya.

Protokol memakai, termasuk di kendaraan bermotor, ditujukan untuk mencegah penularan virus Corona. Protokol itu disebut aturan umum dan tidak mengacu pada pengecualian.

"Protokol berfungsi mencegah penularan, maka walau sendirian dalam mobil harus bermasker. Protokol dan semua peraturan adalah lex generalii, aturan umum, sifatnya harus gebyah-uyah! Tidak mengacu pada kekecualian-kekecualian (lex specialis), 'kan saya cuma sendirian?'," jelasnya.

Pemobil yang sendirian dinilai tetap harus menjaga diri untuk tidak membuka kemungkinan menulari orang lain. Tak ada jaminan jika pengendara mobil, meskipun sendirian, bebas dari virus Corona.

"Coba renungkan sebelum marah pada protokol, kalau Anda punya sopir pribadi atau mau numpang mobil orang lain (taksi online, jemputan kantor dan lain-lain), pilih mana: naik mobil yang sopirnya bermasker dari sejak masuk mobil atau yang sopirnya baru pakai masker ketika Anda masuk?" ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2