Imbau Nama Perkap Pam Swakarsa Diganti, Gerindra: Bikin Ketar-Ketir

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 15:22 WIB
Habiburokhman (Dok. Pribadi)
Habiburokhman (Dok. Pribadi)
Jakarta -

Polri mengeluarkan Peraturan Kapolri (Perkap) soal Pengamanan Swakarsa (Pam Swakarsa). Elite Partai Gerindra, Habiburokhman, mengakui nama peraturan tersebut membuat sebagian masyarakat ketar-ketir.

"Namanya memang bikin publik agak ketar ketir karena ingat di masa awal reformasi, di mana Pam Swakarsa digunakan untuk menghambat gerakan reformasi," kata Habiburokhman kepada wartawan pada Kamis (17/9/2020).

Namun Habiburokhman menilai substansi dari perkap tersebut sudah bagus. Menurutnya, peraturan itu menekankan pada partisipasi masyarakat terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Tapi substansinya bagus, yakni mendorong partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan kamtibmas," ujar Habiburokhman.

Habiburokhman pun menyarankan agar dibuat nama lain untuk perkap tersebut. Sebab, istilah Pam Swakarsa memiliki beban sejarah masa lalu.

"Mungkin bisa dipertimbangkan nama lain seperti relawan kamtibmas, atau apalah yang nggak punya beban sejarah," ucap Habiburokhman.

Selain itu, anggota Komisi III DPR ini mengimbau agar dilakukan uji publik terhadap isi dari perkap itu. Hal tersebut, kata Habiburokhman, penting agar tidak memunculkan sikap-sikap apriori terhadap perkap itu.

"Ada baiknya isi perkap diuji publik dahulu. Ini juga penting agar benar-benar dilaksanakan tanpa ada sandungan sikap apriori," ungkapnya.

Sebelumnya, KontraS mengkritik Peraturan Kapolri tentang Pam Swakarsa. KontraS menyebut Pam Swakarsa telah terbukti memunculkan FPI, yang disebutnya sebagai organisasi intoleran.

"Pam Swakarsa akan memunculkan kelompok yang bergerak secara semena-mena, mengingat Pam Swakarsa '98 adalah cikal bakal FPI yang dalam tindakannya tidak sedikit menunjukkan perilaku intoleran," kata Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti dalam keterangannya.

Hadirnya Pam Swakarsa dinilai KontraS sebagai niat aparat mengembalikan situasi masa lalu, yakni situasi sarat kekerasan massa saat merekahnya fajar reformasi. Seharusnya situasi demokrasi Indonesia bisa menjadi lebih baik dan demokratis untuk saat ini. Sekarang, Pam Swakarsa sudah tidak diperlukan lagi.

(hel/elz)