Wakil Ketua MPR Dorong Peningkatan Promosi Wisata di Pangandaran

Faidah Umu Safuroh - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 13:26 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid melakukan kunjungan ke Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Ia mengatakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Ciamis itu mempunyai banyak potensi wisata. Ia juga sempat mengunjungi Cukang Teneuh atau yang populer disebut Green Canyon. Suatu wisata alam susur sungai yang masih alami dan penuh dengan keindahan alam.

"Di kabupaten ini ada wisata religi dan wisata alam," ujar pria yang akrab disapa Gus Jazil itu dalam keterangannya, Kamis (17/9/2020).

Pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu berharap potensi wisata alam yang ada di Green Canyon bisa ditingkatkan dan dimaksimalkan. Tak hanya itu, lanjutnya, fasilitas yang ada juga bisa dikembangkan dan dilengkapi.

"Saya berharap agar promosi Green Canyon ditingkatkan. Potensi alamnya sangat luar biasa sehingga perlu dikemas lebih baik dan profesional," paparnya.

Ia menyebut di tempat ini wisatawan bisa melakukan berbagai macam wisata air seperti susur sungai, rafting, snorkeling, dan diving. Menurutnya, dengan mengelola wisata alam secara tepat maka akan berimbas pada kesejahteraan warga sekitar.

"Saya berharap potensi wisata alam yang ada mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar," ujarnya.

Tak hanya Green Canyon yang menjadi andalan Pangandaran. Di kabupaten ini juga terbentang pantai selatan. Saat berada di Pangandaran, Jazilul melintas di sepanjang pantai itu. Salah satu pantai yang ada adalah Pantai Barat. Pantai ini biasa digunakan wisatawan untuk melihat matahari terbenam. Jazilul pun mengaku kagum dengan keindahan pantai yang ada.

"Pantai di Pangandaran juga perlu dipromosikan lebih masif lagi agar mampu mendatangkan wisatawan," tukasnya.

Di tepian pantai masih terhampar tanah-tanah yang masih banyak ditumbuhi pepohonan sehingga membuat suasana menjadi lebih menyegarkan.

Para pedagang di Pangandaran pun merasa bersyukur atas kedatangan rombongan Jazilul Fawaid. Kehadiran mereka disebut membuat dagangan makanan dan minuman seperti mie rebus, kerupuk, kopi, teh, dan es kelapa muda, menjadi terjual. Salah seorang pemilik warung di area parkiran Green Canyon bahkan mengaku jika selama pandemi dagangannya sepi.

Menyikapi hal demikian, Gus Jazil tetap menekankan proses penerapan protokol kesehatan tetap diberlakukan dalam segala lini kehidupan.

"Termasuk di dunia pariwisata. Bila beraktivitas, kita wajib menerapkan protokol kesehatan," pungkasnya.

(akn/ega)