Sudah 131 Saksi Diperiksa Terkait Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 13:04 WIB
Polisi olah TKP Kebakaran Gedung Kejagung (Foto: Rahel/detikcom)
Polisi olah TKP kebakaran gedung Kejagung. (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Polri telah menetapkan status kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) naik ke penyidikan. Sebanyak 131 orang telah diperiksa dalam kasus dugaan pidana ini.

"Dari beberapa temuan di TKP serta olah TKP oleh rekan-rekan puslab menggunakan instrumen, serta pemeriksaan 131 saksi dan beberapa yang sedang, kemudian mendapatkan keterangan-keterangan yang kita butuhkan maka peristiwa yang terjadi sementara penyidik berkesimpulan terdapat dugaan peristiwa pidana," ujar Kabareskrim Komjen Listyo Sigit dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2020).

Hari ini, polisi melakukan gelar perkara bersama jajaran Kejagung. Komjen Listyo memastikan pihaknya bersama Kejagung akan mengusut tuntas kasus ini.

"Hari ini kita melaksanakan gelar bersama-sama rekan-rekan dari kejaksaan, dalam hal ini dihadiri oleh Jampidum, Jamwas, Jambin serta Jamintel dan rekan-rekan jaksa yang lain, bersama dengan kami, saya Kabareskrim, Dirtipidum, Kapuslabfor, Dirkrimum dan jajaran penyidik dari Bareskrim dan Polda Metro untuk kemudian sepakat untuk bersama-sama mengusut tuntas," ujarnya.

Untuk itu, Komjen Listyo meminta agar polemik yang beredar terkait kebakaran Kejagung dihentikan. Polisi memastikan akan mengusut siapa saja yang terlibat dalam kebakaran ini.

"Kami sudah berkomitmen sepakat untuk tidak ragu-ragu dalam memproses siapapun yang terlibat dan ini akan kita pertanggungjawabkan ke publik. Saya harapkan tidak ada polemik-polemik lagi. Kami dari kepolisian dan kejaksaan sepakat mengusut ini secara transparan," tutur Komjen Listyo.

"Kita sudah sepakat dalam gelar tadi untuk meningkatkan penyelidikan menjadi penyidikan dengan dugaan Pasal 187 KUHP dan/atau Pasal 188 KUHP," sambungnya.

Seperti diketahui, Gedung Utama Kejagung dilalap si jago merah pada Sabtu (22/8), sekitar pukul 19.00 WIB. Puluhan unit mobil pemadam kebakaran dan ratusan petugas damkar gabungan berupaya memadamkan api hingga Minggu (23/8) pagi.

Pihak Kejaksaan Agung sendiri telah menjelaskan kerugian akibat kebakaran gedung utama itu yang ditaksir mencapai Rp 1,1 triliun. Nilai tersebut merupakan angka sementara karena saat ini belum diketahui secara pasti.

"Terkait perkiraan kerugian, belum dihitung secara rinci, tetapi kami sudah mendapat gambaran perkiraan sementara kerugian terhadap terjadinya kebakaran itu," kata Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono dalam konferensi pers di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (31/8).

Hari menuturkan ada dua jenis perkiraan kerugian, yaitu gedung dan bangunan serta peralatan. Perkiraan kerugian nilai gedung dan bangunan sebesar Rp 178.327.638.121.

(elz/imk)