Pemkot Mojokerto Bentuk Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 11:00 WIB
Mojokerto
Foto: Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Dalam rangka menindak tegas pelanggar protokol kesehatan, Pemerintah Kota Mojokerto bersama TNI/Polri dan masyarakat Kota Mojokerto membentuk Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan. Adapun penegakan hukum terhadap pelanggar protokol kesehatan tertuang dalam Perwali Kota Mojokerto Nomor 55 Tahun 2020 diperkuat dengan dikeluarkannya Perda Pemprov Jawa-Timur Nomor 2 Tahun 2020 dan Inpres Nomor 6 Tahun 2020.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengapresiasi jajaran Polres Kota Mojokerto dan seluruh pihak terkait, atas terbentuknya Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan. Ia menjelaskan semua hukum tentang peningkatan disiplin dan penegakkan hukum protokol kesehatan terkait pencegahan dan pengendalian COVID-19 ditujukan untuk perorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum.

"Kewajiban perlindungan kesehatan bagi individu, meliputi: penggunaan alat pelindung diri berupa masker saat keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain, mencuci tangan secara teratur, pembatasan interaksi fisik, dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2020).

Hal tersebut disampaikan dalam acara launching Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan di depan Kantor Wali kota Mojokerto, Jl. Gajah Mada 145, Rabu (16/9). Dalam peresmian tersebut, wanita yang akrab disapa Ning Ita ini juga menyampaikan sejak dikeluarkannya Perwali 55, Pemerintah Kota Mojokerto telah melakukan sosialisasi dan memasang sarana dan prasarana yang menunjang protokol kesehatan.

"Untuk menangani COVID-19 ini tentunya Pemkot Mojokerto tidak bisa bergerak sendiri. Untuk itu lah pentingnya sinergitas baik dari Pemkot juga TNI dan Polri, guna menekan angka positif COVID-19," katanya.

Ning Ita berharap adanya tim pemburu ini diharap bisa memberikan semangat kepada seluruh elemen untuk bersama-sama melawan COVID-19 dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Kegiatan launching tim pemburu pelanggar protokol kesehatan COVID -19 ini, merupakan sebuah semangat bersama untuk melawan Corona, dan juga menggugah kembali kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, demi mencegah penularan COVID-19," imbuhnya.

Dalam acara tersebut, Ning Ita tak lupa mengingatkan masyarakat untuk terus siaga dan disiplin terkait pandemi COVID-19 yang belum berakhir.

"Saya berharap tim pemburu pelanggar protokol kesehatan terus siap siaga, dalam upaya pemantauan dan penegakan disiplin pada perilaku masyarakat yang berisiko dalam penularan dan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 di Kota Mojokerto," katanya.

Lebih lanjut Ning Ita menjelaskan Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan memiliki tugas yang berbeda dengan gugus tugas. Tim yang terdiri dari anggota TNI, Polri dan Satpol PP ini nantinya akan menertibkan dan mendisiplinkan masyarakat dengan memberi sanksi berupa denda sebesar Rp 25 ribu dan maksimal Rp 50 juta.

Adapun jika nantinya terdapat masyarakat yang melanggar protokol kesehatan akan disidang di tempat melalui pengadilan negeri. Sementara itu denda yang dibayarkan akan masuk ke kas negara.

"Tim pemburu lebih kepada masyarakat atau instansi yang tidak tertib kepada protokol kesehatan, kalau gugus tugas lebih kepada tindakan promotif preventif," pungkasnya.

Sebagai informasi, acara peresmian Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Mojokerto.

(akn/ega)