Round-Up

Manuver Poyuono 'Senggol' Prabowo Jelang Pengumuman Pengurus Gerindra

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 08:01 WIB
Waketum Gerindra Arief Poyuono
Arief Poyuono (Tsarina Maharani/detikcom)

Juru bicara Partai Gerindra, Habiburokhman, menampik pernyataan Arief Poyuono. Pernyataan Poyuono itu dinilai menabrak logika hukum.

Awalnya, Habiburokhman menegaskan belum ada keputusan partai soal majunya Prabowo pada Pilpres 2024. "Yang pertama, kami sama sekali belum bicara soal (Pilpres) 2024. Pak Prabowo mau maju lagi atau tidak belum kami bahas dan putuskan," kata Habiburokhman.

Habiburokhman lalu menyebut Poyuono seperti berjalan terbalik. Pernyataannya yang menyinggung isu pelanggaran HAM masa lalu dinilai menabrak hukum.

"Statement Pak Arief juga aneh serta menabrak logika hukum. Itu sama saja berjalan dengan kepala di bawah. Jelas sekali bahwa dalam hukum, seseorang dinyatakan bersalah kalau ada putusan pengadilan yang menyatakan demikian. Bukan sebaliknya seperti yang beliau sampaikan," ujarnya.

Habiburokhman juga meminta Poyuono tidak lagi mengatasnamakan diri sebagai Waketum Gerindra saat membuat pernyataan. Kepengurusan Gerindra periode sebelumnya, disebut Habiburokhman, telah demisioner dan kini menunggu SK pengesahan kepengurusan baru dari Kemenkum HAM.

"Dia sudah tidak boleh mengatasnamakan Gerindra dan mengaku sebagai Waketum karena masa jabatan dia sudah demisioner saat KLB bulan lalu," tegasnya

Halaman

(aik/eva)