Gedung G Balkot DKI Ditutup, Golkar: Sistem Protokol COVID Harus Dievaluasi

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 07:08 WIB
Basri Baco
Foto: Basri Baco (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup sementara Gedung G Balai Kota gegara ada dua pejabat DKI yang terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19). Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta menduga protokol kesehatan di Balai Kota DKI tidak dijaga dengan baik.

"Wajar saja kalau ditutup karena kan banyak yang positif di situ. Protokol kesehatannya tidak dijaga dengan baik mungkin," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI, Basri Baco kepada wartawan, Rabu (16/9/2020).

Oleh sebab itu, Basri menilai harus ada evaluasi ulang sistem protokol kesehatan di Balai Kota DKI. "Iya (protokol kesehatan Balai Kota kurang baik), harus dievaluasi ulang sistem protokol kesehatan di lokasi tersebut sepertinya," ujarnya.

Tak hanya mendorong Pemprov DKI Jakarta, Basri menilai warga jaga patut waspada dengan Corona. Sebab, menurut Basri, virus Corona tak pandang bulu dan semakin ganas.

"Kita sedang berduka dan mari kita saling mendoakan agar virus ini tidak menyerang kita dan keluarga semua. Semua masyarakat DKI juga harus berhati-hati karena virus ini tidak pandang bulu dan cenderung makin ganas virusnya," imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup Gedung G Balai Kota DKI Jakarta. Anies menegaskan penutupan itu dilakukan bukan berkaitan dengan kasus Corona yang dialami Sekda DKI Jakarta Saefullah, melainkan ada dua pejabat yang terinfeksi COVID-19.

"Pemprov DKI Jakarta khusus di Gedung G ini di Balai Kota akan ditutup bukan karena kasus Pak Sekda, tapi karena tadi pagi ditemukan ada dua orang pejabat, satu pejabat eselon dua yang terpapar positif dan ada beberapa yang sedang menunggu hasil sore ini," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (16/9).

(rfs/idn)