Pecat Eep-PolMark, Tim Appi-Rahman Tunjukkan Duit Pembayaran Rp 1,5 M

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 14:10 WIB
Deklarasi Appi-Rahman di Makassar (dok. Istimewa).
Deklarasi Appi-Rahman di Makassar (dok. Istimewa)
Makassar -

Tim Munafri Ariefuddin (Appi)-Rahman Bando mengumumkan kekecewaan dan pemecatan Eep Saefulloh sekaligus PolMark Indonesia terkait Pilkada Makassar 2020. Tim Appi-Rahman menegaskan punya kontrak senilai Rp 1,5 miliar dengan PolMark Indonesia.

Ketua Tim Pemenangan Appi-Rahman, Erwin Aksa, menyatakan marah kepada Eep dan PolMark Indonesia. Tim Appi-Rahman merasa Eep tak bekerja sesuai kontrak.

"Pastimi," ujar Erwin mengonfirmasi kemarahan kepada Eep dan PolMark, Selasa (15/9/2020).

Erwin menunjukkan foto perjanjian kerja sama senilai Rp 1,5 miliar antara pihaknya dan PolMark Indonesia. Erwin bahkan menunjukkan foto gepokan duit untuk membayar PolMark.

Dalam pernyataan tertulis, Juru Bicara Tim Appi-Rahman, Fadli Noor, menuturkan soal adanya infografis hasil survei elektabilitas calon kepala daerah di Pilkada Makassar 2020. Dalam infografis yang memuat tulisan 'SURVEI POLMARk INDONESIA' dan foto Eep itu, elektabilitas Appi-Rahman mengungguli pasangan lain.

Elektabilitas Appi-Rahman di survei itu adalah 31,7%. Sedangkan pasangan lain, yaitu Danny-Fatma 26,8%, Ical Fadli 14,4%, dan Irman-Zunnun 3,4%.

Tim Munafri Ariefuddin (Appi)-Rahman Bando terlibat konflik dengan lembaga survei politik PolMark Indonesia terkait Pilkada Makassar 2020. Tim Appi-Rahman memecat PolMark.Dokumen bukti pembayaran. (dok. Tim Appi-Rahman)

Hal yang membuat marah, kata Fadli, Eep mengingkari infografis tersebut. Eep, dia melanjutkan, dikutip sejumlah media, membantah materi yang tercantum dalam infografis tersebut. Padahal infografis hasil survei itu sudah beredar luas di masyarakat Makassar.

"Tidak ada kebohongan dan pembohongan di dalamnya," kata Fadli menegaskan hasil survei itu bersumber dari PolMark.

Tim Munafri Ariefuddin (Appi)-Rahman Bando terlibat konflik dengan lembaga survei politik PolMark Indonesia terkait Pilkada Makassar 2020. Tim Appi-Rahman memecat PolMark.Duit pembayaran yang ditunjukkan Erwin Aksa. (Foto: dok. Tim Appi-Rahman)

Fadli menambahkan Tim Appi memiliki semua dokumen kontrak tentang pengikatan kerja sama antara Tim Pemenangan Appi-Rahman dengan PolMark, termasuk hasil survei yang telah dilakukannya dan bukti-bukti pembayarannya. Bahkan, dia melanjutkan, pihaknya memiliki bukti foto ketika PolMark mempresentasikan hasil surveinya ke tim di Appi-Rahman.

"Kontrak menyebutkan PolMark bekerja untuk tujuan politik memenangkan Appi-Rahman. Jadi PolMark itu merupakan bagian dari kerja besar pemenangan Appi-Rahman," tegas Fadli.

Eep yang dihubungi tak merespons panggilan dan chat. Sementara Direktur Riset PolMark Indonesia Eko Bambang Subiantoro yang namanya tercantum di perjanjian kerja sama dengan Tim Appi-Rahman menyatakan belum bisa merespons karena sedang mengikuti suatu acara saat dihubungi pukul 11.44 WIB.

Tim Munafri Ariefuddin (Appi)-Rahman Bando terlibat konflik dengan lembaga survei politik PolMark Indonesia terkait Pilkada Makassar 2020. Tim Appi-Rahman memecat PolMark.Infografis yang jadi pangkal masalah. (Foto: dok. Tim Appi-Rahman)
(tor/van)