Sejumlah Pejabat DKI Positif Corona, PD: Protokol Kesehatan Kurang Ketat!

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 06:23 WIB
Sejumlah pegawai PNS melakuan  upacara HUT DKI Jakarta ke-493 dengan melakukan protokol kesehatan physical distancing di kawasan kantor Walikota Jakarta Utara, Senin (22/6). Upacara perdana di masa pandemi COVID-19 tersebut hanya melibatkan 50 peserta upacara dan mengutamakan ketentuan protokol kesehatan.
Foto: Gedung Balai Kota DKI (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19). Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Demokrat Mujiyono menyoroti lemahnya protokol kesehatan di Balai Kota DKI.

"Kalau menurut saya, masih kurang ketatlah, contoh di lift, lift itu kalau lagi masuk, lift itu seharusnya paling banyak 5 sampai 6, kadang-kadang di atas itu. Harus keras lagi," kata Mujiyono kepada wartawan, Rabu (16/9/2020).

"Sudah deh, jangan bilang itu rumah rakyat dan sebagainya, nanti ada kok waktunya dibuka, diperketat habis," tambahnya.

Mujiyono menilai setidaknya lingkungan Pemprov DKI, termasuk Gedung DPRD DKI perlu disemprot cairan disinfektan dua kali dalam seminggu. Dia juga menyoroti saluran udara atau ventilasi.

"Setiap minggu paling tidak dua kali harus disemprot disinfektan. Karena apa? Ventilasi di gedung dewan itu nggak ada. Kayak di ruang paripurna, ventilasinya di mana? Dropletnya itukan lebih lama karena udara dingin, kalau di udara dingin itu, kalau kita ngomong nyemprot, harusnya 10 detik sudah turun di bawah, itu bisa melayang-layang virus itu," ujar Ketua Komisi A DPRD DKI ini.

Menurut Mujiyono, di setiap ruangan Balai Kota DKI perlu ada ventilasi udara dan dibuka. Jika timbul hawa panas, menurut Mujiyono tak perlu dipusingkan, sebab demi melawan virus Corona.

"Jadi yang paling penting adalah ruangan-ruangan di Pemprov DKI Jakarta harus ada ventilasinya, dibuka saja, enggak usah pake dulu nggak apa apa. Kemarin saya rapat di Komisi A saya suruh buka, ruang rapat buka, pintu yang biasa pake finger print itu saya suruh buka, semuanya buka, panas-panas dikit nggak apa-apa lah," imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup Gedung G Balai Kota DKI Jakarta. Anies menegaskan penutupan itu dilakukan bukan berkaitan dengan kasus Corona yang dialami Sekda DKI Jakarta Saefullah, melainkan ada dua pejabat yang terinfeksi COVID-19.

Selanjutnya
Halaman
1 2