Round-Up

Kisah Sejoli SMP Dinikahkan Gegara Telat Pulang dari Jalan-jalan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 05:47 WIB
Pasangan siswa SMP usia 15 tahun dan 12 tahun dinikahkan karena terlambat pulang di NTB.
Foto: Pasangan siswa SMP usia 15 tahun dan 12 tahun dinikahkan karena terlambat pulang di NTB. (Istimewa)

"Tapi saya juga mau menikah dan tidak ada paksaan dari orang lain dengan mas kawin Rp 2 juta," terangnya.

S bercerita awal kenalan dengan NH dari temannya pada Agustus lalu. Selang 4 hari saling mengenal, S membawa NH jalan-jalan. Karena S pulang malam membuat orang tua NH tidak menerima.

Kepala Dusun asal S sempat melakukan pendekatan bahkan hingga tiga minggu sebelum akad nikah berlangsung. Hanya saja, orang tua dari NH tetap tidak menginginkan anaknya kembali.

Pihak keluarga tak terima dan memutuskan untuk menikahkan S dan NH secara diam-diam tanpa sepengetahuan KUA dan petugas lainnya.

"Saya bawa NH pulang ke rumah dan kakak saya mengantarkan dia ke rumah bibinya di Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang," ujar S.

Tak lama usai NH di rumah bibinya, ternyata orang tua dari NH membawa anaknya ke kediaman S. Orang tua NH tak terima anaknya dibawa pulang malam hari.

"Tapi saya juga mau menikah dan tidak ada paksaan dari orang lain dengan mas kawin Rp 2 juta," terangnya.

S berjanji semaksimal mungkin untuk bisa menafkahi NH, terlebih NH masih kelas II Tsanawiyah. S sudah berhenti sekolah dan memilih untuk bekerja menjadi penjual sabun keliling.

"Saya keliling di pasar menjual sabun. Saya juga tidak mau dipisahkan dengan istri saya," ujarnya.

Halaman

(rfs/rfs)