Sudah 4 Hari 10 Kecamatan di Melawi Kalbar Terendam Banjir

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 20:16 WIB
Kabupaten Melawi sudah 4 hari dilanda banjir. Sepuluh kecamatan terdampak dan 720 warga mengungsi (dok BNPB)
Kabupaten Melawi sudah empat hari dilanda banjir. (Foto: dok. BNPB)
Jakarta -

Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat (Kalbar), dilanda banjir sejak Minggu (13/9). Dilaporkan ada 720 jiwa yang mengungsi di 10 titik pengungsian.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melawi melaporkan, dalam sepekan terakhir, banjir juga terjadi pada Minggu (6/9) dan Jumat (11/9).

Berdasarkan data Pusdalops BNPB, pada Selasa (16/9) pukul 15.15 WIB, bencana banjir tersebut meluas hingga 10 kecamatan. Dilaporkan ada 22.072 keluarga atau 88.288 jiwa yang terdampak.

"Selain itu, berdampak pada 20.460 rumah serta 196 unit fasilitas umum," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, dalam keterangannya, Rabu (16/9/2020).

Kabupaten Melawi sudah 4 hari dilanda banjir. Sepuluh kecamatan terdampak dan 720 warga mengungsi (dok BNPB)Sepuluh kecamatan terdampak dan 720 warga mengungsi (Foto: dok BNPB)

Sepuluh kecamatan terdampak banjir ialah Kecamatan Pinoh Selatan, Kecamatan Sayan, Kecamatan Sokan, Kecamatan Nanga Pingo, Kecamatan Pinoh Utara, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Kecamatan Tanah Pinoh, Kecamatan Menukung, Kecamatan Ella Hilir, dan Kecamatan Belimbing Hulu.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Melawi telah berkoordinasi dengan TNI-Polri dan aparat desa setempat untuk melakukan asesmen.

Bantuan logistik mulai didistribusikan PMI Melawi sebanyak 190 paket bahan makanan di Kecamatan Pinoh Utara. BPBD Kalbar juga mendistribusikan 50 paket logistik ke Kecamatan Sayan.

Sementara itu menurut prakiraan cuaca Dasarian II dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi masih akan terjadi di Kabupaten Melawi.

Kabupaten Melawi sudah 4 hari dilanda banjir. Sepuluh kecamatan terdampak dan 720 warga mengungsi (dok BNPB)Banjir terjadi sejak Minggu (13/9). Banjir juga terjadi sebelumnya, yakni pada Minggu (6/9) dan Jumat (11/9). (Foto: dok. BNPB)

"Menyikapi potensi yang masih tinggi, BNPB mengimbau masyarakat agar waspada potensi hujan yang disertai petir/kilat dan siap siaga mengantisipasi dampak fenomena alam lainnya, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang," ujar Raditya.

BNPB juga meminta pemangku kebijakan di daerah melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana.

(jbr/dhn)