8 Kecamatan di Kalteng Masih Banjir, 16.459 Warga Mengungsi

Idham Kholid - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 15:44 WIB
Banjir di Kalteng.
Foto: Banjir di Kalteng. (Dok BNPB)
Jakarta -

Banjir masih menggenangi 8 kecamatan di Kalimantan Tengah (Kalteng). Sebanyak 16.459 jiwa terdampak akibat banjir dan mengungsi secara mandiri.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan menginformasikan banjir di Kecamatan Suling Tambun sudah surut berdasarkan perkembangan pukul 12.00 WIB, Selasa (15/9/2020). Sementara kecamatan lain masih terendam dengan ketinggian air 100-200 cm.

"Dampak banjir yang terjadi pada Senin (7/9) lalu mengakibatkan lebih dari 4.000 KK (kepala keluarga) terdampak. Data BPBD mencatat 4.509 KK atau 16.459 jiwa terdampak. Mereka mengungsi secara mandiri," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangannya.

Sementara, lebih dari 4.000 rumah terdampak di sembilan kecamatan. Yakni Kecamatan Seruyan Tengah, Batu Ampar, Antang Kalang, Marikit, Mentaya Hulu, Seruyan Hulu, Suling Tambun, Manjul, dan Danau Seluluk.

Upaya penanganan darurat yang telah dilakukan oleh BPBD yaitu berkoordinasi dengan camat, kapolsek setempat, mengecek lapangan. Masyarakat juga diimbau agar waspada mengamankan harta bendanya bila sewaktu-waktu debit air naik dan menyiapkan tempat pengungsian di masjid dan terminal.

"Di samping itu, TRC BPBD Kabupaten Seruyan bersama Camat Manjul mendistribusikan bantuan berupa logistik kepada korban terdampak. Bupati Seruyan sedang mempersiapkan penetapan status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Banjir dan Tanah Longsor," tuturnya.

Banjir di Kalteng.Banjir di Kalteng. Foto: Banjir di Kalteng. (Dok BNPB)

Sebelumnya, 1.118 rumah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng, terendam banjir sejak pekan lalu. Bupati Kotim menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir selama 2 pekan terhitung Senin (14/9).

Data tersebut didasarkan pada laporan BPBD Kotim, Senin (14/9) pukul 16.53 WIB. Seribu lebih rumah tersebut terbagi di delapan desa di Kecamatan Antang Kalang, enam desa di Kecamatan Telaga Antang, dan empat desa di Kecamatan Mentaya.

"Banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 80-150 sentimeter yang disebabkan oleh meluapnya sungai Mentaya itu juga berdampak pada kurang lebih 1.118 KK dan memaksa beberapa warga mengungsi secara mandiri di rumah para kerabatnya," kata Raditya dalam keterangannya, Senin (14/9).

(idh/jbr)