Sanksi Tempat Hiburan Langgar Protokol Corona di Sumut: Teguran-Penutupan

A - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 15:36 WIB
COVID-19 named by WHO for Novel coronavirus NCP concept. Doctor or lab technician in PPE suit holding blood sample with novel (new) coronavirus  in Wuhan, Hubei Province, China, medical and healthcare
Ilustrasi COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/Pornpak Khunatorn)
Medan -

Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi mengatakan pihaknya bakal menegur lebih dulu pengelola tempat hiburan malam di Sumut yang melanggar protokol kesehatan COVID-19. Edy mengatakan pihaknya sudah menerbitkan pergub yang mengatur soal protokol kesehatan di tempat hiburan.

Dilihat detikcom, Rabu (16/9/2020), Edy memang telah meneken Pergub Nomor 33 tahun tentang pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru dalam rangka percepatan penanganan virus Corona. Pergub itu ditandatangani Edy pada Agustus 2020.

Pergub tersebut mengatur soal kegiatan di tempat hiburan, mulai jam buka-tutup hingga kewajiban pengelola dan pengunjung. Salah satu kewajibannya adalah para karyawan hingga pengunjung diwajibkan menggunakan masker dan menjaga jarak.

Selain itu, ada Pergub Nomor 34 Tahun 2020 tentang Peningkatan dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Sumatera Utara. Pergub ini mengatur sejumlah sanksi bagi para pelanggar protokol kesehatan.

Sanksi tersebut antara lain teguran lisan dan tertulis, denda, hingga penutupan sementara penyelenggara usaha. Dalam pergub ini, pemberian sanksi diterapkan dengan mengedepankan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat.

"Sudah ada pergubnya dan akan ditingkatkan menjadi perda. Yang tidak mematuhi protokol kesehatan, atur jarak di tempat hiburankah, rumah makankah, tempat kegiatan-kegiatan lain, itu akan kita tindak," kata Edy.

Edy menjelaskan tempat hiburan yang tidak mematuhi protokol kesehatan akan ditegur. Jika tetap melanggar setelah ada teguran, kata Edy, tempat hiburan itu akan ditutup.

"Perusahaan-perusahaan yang tidak mengindahkan akan kita berikan teguran keras, tertulis. Masih dia lakukan, sampai ke tingkat penutupan tempat-tempat tersebut," ucap Edy.

Ketua Pengendali Operasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Sumut Riadil Akhir Lubis mengatakan pihaknya bakal melakukan razia ke tempat hiburan malam. Dia menyebut ada sanksi bagi pihak yang terbukti melanggar aturan terkait pencegahan COVID-19.

"Ini merupakan perintah langsung Pak Gubernur. Hari ini kita mulai tingkatkan disiplin penerapan protokol kesehatan saat malam. Karena masih banyak tempat hiburan ataupun kafe-kafe yang tidak menjalankan protokol kesehatan. Hari ini kita razia dan berikan sanksi sosial. Bagi pengelola tempat yang melanggar, Dinas Pariwisata akan mencatat namanya untuk diperingatkan kemudian," ujarnya.

(haf/haf)