Temui Bikers Bandung, Ketua MPR Jelaskan Peluang Tol untuk Motor

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 13:45 WIB
Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengaku bangga terhadap komunitas motor yang tidak hanya wadah penyalur hobi, tetapi menjadi wadah solidaritas sosial. Hal itu seperti yang dilakukan Bikers Brotherhood Motor Cycle (BBMC) Bandung yang sudah 30 tahun berdiri.

Sebab komunitas motor antik ini di tengah aktivitas bermotornya, masih menyempatkan diri untuk membangun masjid pada tahun 2015 lalu. Masih yang diberi nama Al-Ukhuwah tersebut bediri di atas tanah seluas 400 meter di Desa Cibangkong, Cibiru, Bandung.

"Tak sekadar membangun masjid, BBMC bersama masyarakat sekitar juga menghidupkan aktivitas di masjid tersebut. Setiap Selasa dan Jumat, diadakan pengajian. Secara berkala juga diadakan bakti sosial. Inilah cerminan semangat gotong royong, cerminan jati diri bangsa Indonesia," ujar Bamsoet dalam keterangannya Rabu (16/9/2020).

Saat berkunjung ke Markas BBMC di Bandung, Selasa (15/9), Ketua DPR RI ke-20 yang juga anggota kehormatan BBMC ini menjawab keinginan anggota BBMC maupun suara hati bikers di berbagai komunitas lainnya terkait penyediaan jalur khusus motor di jalan tol. Sebagaimana telah dilakukan di berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, hingga Italia.

"Indonesia sudah punya contoh sukses penyediaan lajur khusus motor di jalan tol. Seperti di Tol Bali Mandara, Suramadu, dan Balikpapan-Penajam Paser Utara. Salah satu investor yang ingin membangun jalan tol di Medan dan Bandung, rencananya juga akan membangun lajur khusus untuk motor. Sekitar 11 km di Medan dan 14 km di Bandung," ujarnya.

"Di berbagai jalur tol tersebut, bikers tak boleh ugal-ugalan agar ke depannya semakin banyak lagi investor yang mau terlibat menyiapkan jalur khusus motor di berbagai kota lainnya," imbuh Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Motor Besar Indonesia (MBI) dan Pembina ikatan Motor Indonesia (IMI) ini juga mengajak bikers di berbagai komunitas motor turut menerapkan dan mengampanyekan protokol kesehatan. Mengingat penyebaran virus COVID-19 semakin meluas, sementara hingga kini belum ada vaksin Corona.

"Keterlibatan semua pihak dalam mengkampanyekan protokol kesehatan, Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan secara berkala, akan menjamin keselamatan nyawa kita bersama. Memang urusan kematian adalah kehendak Allah. Sebagai umat beragama, kita tetap patut berusaha menjaga keselamatan diri dan lingkungan," pungkas Bamsoet.

Turut hadir pada pertemuan tersebut para pengurus BBMC. antara lain Deputy Rizal Ncoy, Ketua Dewan Adat Heru, serta para pendiri BBMC, yaitu Dedi Pera, Ramlan, Depas, Indra, Ila, Gani, Nanang, Ondre, Yongky, Boby, Kandar, Ayi, dan Mang Bro.

(mul/mpr)