Pulihkan Ekonomi, Pemprov Banten Pinjam Dana Rp 851,7 M ke PT SMI

Faidah Umu Safuroh - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 11:34 WIB
Pemprov Banten
Foto: Pemprov Banten
Jakarta -

Kesepakatan pinjaman daerah Provinsi Banten dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero telah ditandatangani Gubernur Banten Wahidin Halim. Pinjaman senilai Rp 851,7 miliar ini masuk pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di masa pandemi COVID-19.

Wahidin mengucapkan proses pinjaman ini untuk penanganan COVID-19 dan akselerasi pemulihan ekonomi di Banten. Ia menyampaikan apresiasi atas kesepakatan dengan PT SMI.

"Saya 24 tahun menjadi birokrat. Baru menghadapi situasi seperti saat ini, ancaman krisis dibarengi dengan COVID-19," kata Wahidin dalam keterangan tertulis pada Rabu (16/9/2020).

Ia menyebut Banten saat ini mengalami berbagai musibah. Salah satunya adalah kas daerah Rp 1,9 triliun yang masih tertahan di Bank Banten. Padahal, lanjutnya, ekonomi Banten sebelum pandemi mengalami peningkatan dan sedang bagus-bagusnya.

Penandatanganan kesepakatan ini disambut baik Direktur Utama PT SMI Persero Edwin Syahruzad. Tenor pinjaman yang disepakati adalah selama 8 tahun dengan dan masa tenggang selama 24 bulan. Ia berharap, ekonomi kembali pulih dan bergerak dengan adanya stimulus ini.

"Sehingga dapat menghindari kemungkinan resesi dan mengatasi pandemi. Semoga pinjaman ini dapat memberi manfaat sebanyak-banyaknya bagi Provinsi Banten," ujarnya.

Kerja sama kedua belah pihak ini sebagai upaya Pemprov Banten untuk memulihkan ekonomi dan mencapai target Rencana Kerja Pembangunan Daeran (RKPD) Perubahan 2020. Pinjaman akan dimanfaatkan untuk kegiatan produktif dan pemulihan ekonomi termasuk mulai dari pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan sampai infrastruktur. Tema di RKPD 2020 memang disusun untuk pemulihan ekonomi dan sosial.

Di 2021, RKPD akan fokus dan mengambil tema Akselerasi Daya Saing Daerah Melalui Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Pemantapan Infrastruktur. Fokusnya adalah interkonektivitas pembangunan infrastuktur untuk pemulihan ekonomi.

(akn/ega)