Utang Pemulihan Ekonomi Imbas Corona di Banten untuk Bangun Sport Center

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 18:45 WIB
Poster
Ilustrasi imbas pandemi Corona (ilustrator: Edi Wahyono)
Serang -

Utang melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Banten melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 856 miliar sebagian besar digunakan untuk pembangunan sport center. Bobot alokasinya bahkan mencapai Rp 446 miliar atau 52 persen dari total utang.

Dari dokumen yang diterima detikcom, pembangunan sport center ini disebut bertaraf internasional berstandar FIFA. Disebutkan bahwa pelaksanaan pembangunan dengan pola padat karya dan menyerap 7.500 tenaga kerja. Tahap pertama pembangunan dimulai pada tahun ini dan pascapembangunan bisa memberi kesempatan kerja ke 350 orang.

Dikonfirmasi mengenai ini, Ketua DPRD Banten Andra Soni menuturkan utang itu jadi program PEN di bawah kontrol dari Kementerian Keuangan. Proposal hutan harus berdasarkan program dan memiliki output. Lewat utang itu juga diterjemahkan oleh Pemprov Banten sebagai pemulihan APBD dengan perencanaannya.

"Sehingga proposal diterima pemerintah pusat salah satunya adalah melanjutkan sport center yang memang sudah melalui proses lelang. Karena diyakini akan menggerakkan ekonomi dengan melibatkan banyak tenaga kerja dan lain-lain," kata Andra kepada detikcom di Serang, Banten, Jumat (4/9/2020).

Pengajuan utang ini berasal dari Pemprov Banten dan diasistensi oleh pemerintah pusat. Utang ini pun tidak serta merta diberikan jika tidak berbasis program.

"Jadi nggak boleh gelondongan," ujar Andra.

Saat ini, DPRD Banten masih menunggu dokumen evaluasi anggaran APBD Perubahan yang saat ini masih di pihak Kemendagri. Disetujui atau tidak, bahwa saat ini proses penganggaran masih dalam tahap evaluasi.

Selain untuk sport center, utang Rp 856 miliar dari program PEN ini dibagi untuk pemulihan ekonomi di Banten. Program dibagi ke Dinas Kesehatan Rp 52 miliar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rp 80 miliar, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Rp 170 miliar, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Rp 538 miliar yang di dalamnya termasuk ada program sport center. Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan Rp 12 miliar dan Dinas Pertanian Rp 2 miliar.

(bri/bbn)