7 Oknum TNI AL Tersangka Penyerangan Polsek Ciracas, 3 dari Korps Marinir

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 11:33 WIB
Konferensi pers kasus penyerangan polsek Ciracas
Foto: Konferensi pers kasus penyerangan Polsek Ciracas. (Luqman/detikcom).
Jakarta -

Sebanyak 7 oknum TNI AL ikut menjadi tersangka penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur. Dari 7 orang itu, 3 di antaranya berasal dari Korps Marinir.

"Pada saat lalu kami menyampaikan ada 6 oknum tersangka prajurit AL yang berada di wilayah Jakarta. 3 dari satuan Marinir, 3 dari Markas Besar AL," ujar Ketua Tim Penyidik POM TNI AL, Kolonel Budi dalam jumpa pers di Mabes POM TNI AD, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020).

POM TNI AL kemudian menetapkan 1 orang tersangka lagi. Sehingga total oknum TNI AL yang terlibat dalam penyerangan Polsek Ciracas dan sekitarnya ada 7 orang.

"Sampai hari ini, kita menambahkan 1 orang, kita naikkan statusnya menjadi tersangka, berasal dari satuan di Armada I Jakarta," sebut Kolonel Budi.

Sebanyak 7 oknum TNI AL ini terlibat dengan melakukan konvoi dengan sekitaran 100 oknum TNI yang melakukan penyerangan pada Minggu (30/8) dini hari lalu itu. Kolonel Budi menyebut mereka dikenakan pasal pemufakatan jahat.

"Pada umumnya mereka terlibat dalam grup tersebut dan mereka ikut dalam kelompok di titik-titik kumpul dan berkonvoi di titik satu ke titik kumpul berikutnya," ucapnya.

"Kita penyidik POM AL sudah merumuskan dengan jeratan Pasal 169, dengan 164 KUHP ayat 1 bahwa pemufakatan jahat dengan mereka berkumpul melaksanakan itu," sambung Kolonel Budi.

TNI AL berkomitmen untuk terus mengusut kasus ini.

"Kita konsisten dan komitmen, AL sangat fokus untuk segera menuntaskan perkara ini," tegas Kolonel Budi.

Dalam kasus ini, total ada 65 oknum prajurit TNI yang ditetapkan menjadi tersangka. Paling banyak berasal dari TNI AD. Berikut rinciannya:

TNI AD
Diperiksa: 90 orang
Tersangka: 57 orang

TNI AL
Diperiksa: 10 orang
Tersangka: 7 orang

TNI AU
Diperiksa: 19 orang
Tersangka: 1 orang

"Puspom TNI beserta Puspom AL dan Puspom AU masih terus mendalami proses penyidikan dan penyelidikan kasus perusakan Polsek Ciracas dan sekitarnya," ungkap Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Mayjen TNI Eddy Rate Muis.

(elz/imk)