Pekan Depan, Kejagung Mulai Periksa Andi Irfan Jaya Sebagai Tersangka

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 22:19 WIB
Andi Irfan Jaya (Tiara Aliya/detikcom)
Foto: Andi Irfan Jaya (Tiara Aliya/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) memulai babak baru dalam mengusut kasus dugaan suap yang berkaitan dengan Djoko Tjandra. Mulai pekan depan, Kejagung akan memeriksa Andi Irfan Jaya sebagai tersangka.

"Jadwal penyidik kalau nggak salah untuk Andi Irfan minggu depan Senin atau Selasa," kata Direktur Penyidikan Jampidsus, Febrie Adriansyah, kepada wartawan di Gedung Bundar Jampidsus, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2020).

"Andi Irfan babak baru karena belum pernah diperiksa (sebagai tersangka) di sini kan," sambungnya.

Sejauh ini, Febrie belum mengantongi bukti yang cukup untuk membuktikan dugaan aliran uang yang diterima Andi. Mengingat, Kejagung belum pernah memeriksa lebih lanjut Andi usai ditetapkan sebagai tersangka.

"Sampai sekarang belum ada alat bukti. Belum sampai kita dalami dia menerima uang atau tidak dari Djoko Tjandra," ujarnya.

Sejauh ini, berkas perkara jaksa Pinangki Sirna Malasari telah lebih dulu dilimpahkan ke Kejari Jakarta Pusat. Selanjutnya, Kejagung akan mengebut penyelesaian berkas perkara dua tersangka lainnya yaitu Djoko Tjandra dan Andi Irfan Jaya.

"Saya yakin kalau Pinangki ini sudah jalan ya pasti anak-anak pasti konsentrasi di perkara yang dua lagi, Djoko Tjandra dan Andi Irfan. Konsentrasi mungkin penggabungan dengan berkas polisi kemudian Andi Irfan," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Andi Irfan Jaya ditetapkan sebagai tersangka sejak Rabu (2/9) lalu dan langsung ditahan di Rutan KPK. Ia diwajibkan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari sejak penahanan. Selama diisolasi, penyidik belum bisa memeriksa Andi karena aturan yang diberikan KPK.

"Andi Irfan kan ditahan belum diperiksa juga nih karena ada isolasi selama 2 minggu, khawatir juga," kata Dirdik Jampidus Febrie Adriansyah kepada wartawan di Gedung Bundar Jampidsus, Jl Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (8/9).

Andi Irfan sendiri telah menjalani pemeriksaan di Kejagung selama 2 kali. Saat itu statusnya sebagai saksi dalam kasus hukum yang menjerat jaksa Pinangki Sirna Malasari. Andi Irfan ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan yang ke-2 pada Rabu (2/9) lalu.

Dalam skandal suap ini, Djoko Tjandra diduga memberikan suap kepada Pinangki, yang menjanjikan pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) agar bebas dari eksekusi hukuman pidana dalam perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali. Andi Irfan Jaya diduga sebagai perantara suap dari Djoko Tjandra ke Pinangki.

(jbr/jbr)