Gubsu Edy Minta Warga Tunjukkan Hasil Tes Swab Sebelum ke Nias

Ahmad Arfah - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 15:27 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad Arfah-detikcom)
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meminta warga yang hendak pergi ke Pulau Nias membawa keterangan hasil tes swab terkait Corona. Hal ini dilakukan untuk menekan penyebaran virus Corona di sana.

"Setelah kita koordinasikan Nias ini, nanti kita arahkan penumpangnya yang isolasi. Dia harus membawa surat swab. Jadi pesawat tidak bisa kita tahan, tetap, tapi dia harus bawa keterangan swab," kata Edy saat meninjau operasi yustisi di Lapangan Merdeka, Medan, Selasa (15/9/2020).

Dia mengatakan ada posko terpadu di Nias untuk menangani persoalan COVID-19. Edy memastikan transportasi dari bandara dan pelabuhan menuju ataupun dari Nias tetap berjalan.

"Sehingga di Nias nanti ada posko terpadu yang akan menangani, mencegah, penyebaran COVID-19. (Bandara-pelabuhan) akan tetap berjalan. Tetapi yang boleh menggunakan itu adalah orang-orang kesehatan. Orang-orang petugas dalam keamanan. Yang tidak kami akan berlakukan swab tetapi tetap dilakukan isolasi," kata Edy.

Edy mengatakan pihaknya sudah menyiapkan logistik yang akan dikirim ke Nias. Logistik ini akan digunakan untuk warga yang diisolasi karena datang ke Nias.

"Inilah sudah kita siapkan, tadi dirapatkan di Forkopimda. Logistik-logistik untuk rakyat, untuk orang-orang yang harus diisolasi, rakyat-rakyat yang harus dirawat ini akan disiapkan logistiknya," jelasnya.

Selain itu, Edy menjelaskan soal rencananya menutup tempat hiburan malam di masa pandemi Corona. Tempat hiburan, katanya, akan ditutup jika tetap melanggar protokol kesehatan meski sudah mendapatkan surat teguran.

"Sudah ada Pergubnya dan akan ditingkatkan menjadi Perda. Yang tidak mematuhi protokol kesehatan, atur jarak di tempat hiburan kah, rumah makan kah, tempat kegiatan-kegiatan lain, itu akan kita tindak," ucap Edy.

"Perusahaan-perusahaan yang tidak mengindahkan akan kita berikan teguran keras, tertulis. Masih dia lakukan, sampai ke tingkat penutupan tempat-tempat tersebut," imbuhnya.

Sebelumnya, Edy mengatakan pihaknya akan melakukan penyekatan di wilayah kepulauan Nias. Proses penyekatan ini akan dilakukan dengan menghentikan sementara transportasi yang akan menuju Nias.

"Di Nias ini sedang nanti kita berlakukan secepat-cepatnya hari Kamis, karena kita harus menyetop penerbangan, kita harus menyetop kapal laut. Yang masuk dari Singkil, yang masuk dari Sibolga," tutur Edy, Senin (14/9).

Edy menjelaskan penyekatan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona semakin meluas di Nias. Hingga kini, kata Edy, penyebaran virus terus terjadi di Nias.

"Karena dari situlah orang orang yang membuat wabah, membuat datangnya virus. Karena satu bulan yang lalu, niat itu masih 0, belum ada yang kena. Diawali dari satu orang menjadi 12, dan sekarang sudah 90 (yang positif Corona)," jelasnya.

(haf/haf)