Komisi VIII Sebut Analisa Liar Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber, Ini Maksudnya

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 20:26 WIB
Ketua DPP PAN Yandri Susanto
Foto: Ketua Komisi VIII, Yandri Susanto (Nur Azizah Rizki/detikcom)
Jakarta -

Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto, mengatakan ada analisa liar yang berkembangan terkait kasus penusukan Syekh Ali Jaber. Ia menjelaskan analisa liar itu terkait asumsi masyarakat yang mempertanyakan soal motif pelaku.

"Jadi sekarang ini namanya sekarang media sosial sangat luas dan sangat bebas, tafsir-tafsir itu kan akan banyak berkembang di masyarakat. Di antaranya misalnya siapa yang nyuruh, siapa yang bayar, siapa yang mendoktrin, itu kan dari masyarakat kan. Dia gila atau enggak, kemudian motifnya. Itu berkembang di tengah masyarakat," kata Yandri saat dihubungi pada Senin (14/9/2020).

Politikus PAN ini kemudian meminta agar aparat kepolisian menuntaskan kasus penusukan Syekh Ali Jaber secara transparan. Ia tak ingin asumsi yang berkembang di masyarakat menjadi semakin gaduh.

"Maka untuk meng-clear-kan itu supaya tidak ada prasangka-prasangka dan membuat situasi semakin gaduh, saya minta polisi itu meng-clear-kan persoalan ini. Dibuka seluas-luasnya seterang-benderangnya. Jangan ada yang ditutupi. Transparan, terbuka, tiak ada yang ditutupi," tegas Yandri.

Yandri mengungkapkan asumsi yang beredar di masyarakat akan sulit dihentikan. Menurutnya, itu hanya bisa dihentikan dengan adanya informasi yang transparan dari pihak kepolisian soal kejadian itu.

"Kan bebaskan masyarakat berpendapatkan bebas di medsos. Nah itu ya nggak bisa kita stop. Yang bisa stop itu polisi ketika memberikan keterangan yang transparan, bisa dipertanggungjawabkan dan tidak ada yang ditutup-tutupi," ujar Yandri.

Diketahui, pendakwah Syekh Ali Jaber ditusuk seorang pria berinisial AA (24) pada Minggu (13/9) kemarin. Peristiwa ini terjadi saat Syekh Ali Jaber mengisi ceramah di Masjid Falahuddin, Bandar Lampung. Tangan pendakwah itu terluka akibat tusukan. Pelaku langsung dibekuk orang-orang di lokasi.

Sebelumnya Yandri menyinggung kasus penusukan Syekh Ali Jaber dalam rapat Komisi VIII bersama Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi di kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2020). Yandri mengatakan, saat ini interpretasi masyarakat terhadap kejadian itu sudah menjadi liar.

"Mudah-mudahan segala sangkaan atau interpretasi, analisa di tengah masyarakat itu terlalu liar pak menteri, sehingga kita minta ke pak polisi untuk mengungkap ini secara tuntas, apa motif di balik itu, dan bagaimana kejadian yang sebenarnya. Kalau itu diungkap mudah-mudahan kecurigaan analisa yang bukan-bukan bisa kita hindarkan di tengah-tengah masyarakat," tutur Yandri.

(aud/aud)