Gubernur Sulsel Tandatangani Rancangan Awal Perubahan RPJMD 2018-2023

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 20:17 WIB
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah
Foto: Dok. Pemprov Sulsel
Jakarta -

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah melakukan pendandatanganan bersama DPRD Sulsel Terkait Nota Kesepakatan rancangan awal perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulsel tahun 2018-2023. Nurdin juga menyampaikan penjelasan terhadap tiga Ranperda yaitu Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020-2040, dan Ranperda tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum serta Pelindungan Masyarakat.

"Hal ini merupakan wujud kerja nyata, komitmen dan kerja sama serta sinergitas antara pihak legislatif dan eksekutif dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Provinsi Sulawesi Selatan," ujar Nurdin Abdullah, dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2020).

Hal itu ia sampaikan di Kantor DPRD Sulsel pada hari ini. Nurdin mengatakan penyusunan rancangan awal perubahan RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2018-2023 dipengaruhi pandemi COVID-19 yang mewabah di Indonesia dan juga Provinsi Sulsel. Dengan adanya pandemi COVID-19 tersebut, memberikan dampak yang sangat besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat secara nasional maupun di Sulsel terutama pada sektor ketenagakerjaan dan perdagangan.

Menurut Nurdin, pada Triwulan II pertumbuhan ekonomi secara nasional dilihat menurut provinsi, hanya dua dari 34 provinsi yang mengalami pertumbuhan positif yaitu Provinsi Papua dan Papua Barat. Untuk Sulawesi Selatan pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II-2020 mengalami kontraksi sebesar -3,87%.

Berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan Triwulan II-2020 (year on year), sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 0,73%, diikuti pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 0,55%. Sedangkan kategori transportasi dan pergudangan merupakan lapangan usaha yang paling dominan terhadap kontraksi ekonomi Sulsel.

Nurdin mengatakan strategi yang matang diperlukan untuk menghadapi berbagai persoalan dan tantangan tersebut. Strateginya antara lain pelaksanaan program padat karya pembangunan infrastruktur dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat, dan meningkatkan daya beli masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan aksesibilitas yang mendukung distribusi barang dan jasa.

"Hal tersebut sangat kita perlukan apalagi di tengah pandemi COVID-19 saat ini," ungkapnya.

Nurdin menjelaskan untuk mendukung strategi tersebut, perlu adanya pengoptimalan implementasi kebijakan pembangunan lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan multidimensi. Sehingga nantinya diharapkan pada tahun 2023 dapat mencapai target-target pembangunan yang menjadi bagian perubahan RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2018-2023, dan selaras dengan target-target makro yang terdapat dalam RPJMN Tahun 2020-2024.

"Sehingga apa yang diharapkan di tahun 2023 secara perlahan namun pasti kita dapat mewujudkan visi Sulawesi Selatan yang inovatif, produktif, kompetitif, inklusif, dan berkarakter," ujarnya.

Menurut Nurdin, program membuka daerah-daerah terisolir di Sulawesi Selatan tetap menjadi prioritas di dalam perubahan RPJMD. Termasuk tetap melanjutkan pembangunan akses jalan daerah terisolir di beberapa wilayah, daerah perbatasan, dan daerah kepulauan.

Lalu termasuk juga penyediaan fasilitas sarana air bersih dan mendorong pemanfaatan potensi desa/pulau untuk pengembangan energi listrik sebagai sumber penerangan bagi masyarakat yang berada dipelosok dan bermukim di pulau-pulau. "Masalah energi listrik dan air minum menjadi kewajiban untuk dicarikan solusi dalam RPJMD yang kita revisi ini," ungkapnya.

Selanjutnya, Pemprov Sulsel juga tetap mendorong pembangunan Rest Area di lokasi strategis sebagai upaya mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di semua wilayah dan mendorong agar usaha UMKM bisa berkembang mulai dari proses produksi hingga pemasaran. Pengembangan kawasan Industri selain membuka lapangan pekerjaan, juga akan memberikan kesempatan berusaha bagi masyarakat.

(prf/ega)