HNW Soroti Menag Tak Cepat Respons Penusukan Syekh Ali Jaber: Keduluan Mahfud

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 18:34 WIB
PKS Sindir Arahan Saling Apresiasi di Debat Capres: Kayak Anak SMA
Foto: Hidayat Nur Wahid. (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom).
Jakarta -

Politikus PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) menyoroti sikap Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dalam merespons penusukan Syekh Ali Jaber. Anggota Komisi VIII DPR ini menilai pernyataan resmi Fachrul kurang cepat dari pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md.

"Seharusnya pak menteri agama yang paling duluan tapi kok malah keduluan sama Pak Menko Polhukam," kata Hidayat dalam rapat Komisi VIII bersama Menag Fachrul Razi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2020).

Menurut Hidayat, publik menantikan pernyataan resmi dari Fachrul di kasus penusukan itu. Bahkan, Hidayat menilai pernyataan dari Mahfud menyejukkan masyarakat.

"Publik sebenarnya menunggu pernyataan pak menteri agama. Karena bahkan Menko Polhukam saja pernyataannya demikian sangat menyejukkan, empati gitu," ujar Hidayat.

Wakil Ketua MPR ini mengakui Kementerian Agama telah angkat bicara terkait kejadian penusukan itu. Menurut Hidayat, kejadian tersebut dapat menjadi momen bagi Fachrul guna membela umat islam.

"Dari Kemenag memang sudah disampaikan pernyataan dari Dirjen Penerangan Agama Islam. Tapi menurut saya ini sesungguhnya momentum pak menteri hadir membela umat, para ustaz yang mereka ada adalah moderat, mereka membantu pemerintah, sangat mendukung Indonesia tapi justru mendapat musibah soal ini, tapi kita belum mendengar pernyataan apapun dari pak menteri," tuturnya.

Dalam rapat itu, Fachrul mengungkapkan sudah memberikan respons terkait kejadian tersebut. Namun, menurut Fachrul, informasi itu masih belum tersebar secara luas di masyarakat.

"Kemudian masalah menag kok tidak segera merespons masalah ulama yang ditusuk itu. Saya kira kami respons cepat tapi belum tersebar luas. Tapi kami sama sikapnya dengan yang bapak sampaikan tadi. Apapun alasannya, motivasinya tidaklah dibolehkan orang bisa menusuk orang lain apalagi itu ulama," jelas Fachrul.

Diketahui, pendakwah Syekh Ali Jaber ditusuk seorang pria pada Minggu (13/9) kemarin. Peristiwa ini terjadi saat Syekh Ali Jaber mengisi ceramah di Masjid Falahuddin, Bandar Lampung.

Tangan pendakwah itu terluka akibat tusukan. Pelaku langsung dibekuk orang-orang di lokasi.

Peristiwa penusukan terhadap Syekh Ali Jaber ini pun langsung mendapat kecaman dari Menko Polhukam Mahfud Md. Mahfud meminta aparat keamanan segara mengungkapkan identitas dan motif pelaku penusukan.

"Aparat keamanan Lampung supaya segera mengumumkan identitas pelaku, dugaan motif tindakan, dan menjamin bahwa proses hukum akan dilaksanakan secara adil dan terbuka," kata Mahfud dalam keterangan, Minggu (13/9) kemarin.

Tonton video 'Penusuk Syekh Ali Jaber Dijerat Pasal Penganiayaan Berat':

[Gambas:Video 20detik]



(hel/elz)