Reisa: Ketersediaan Tempat Tidur di RS Aman, Dapat Antisipasi 20% Lonjakan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 17:22 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, dr. Reisa Broto Asmoro (YouTube Seskab)
Foto: Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, dr. Reisa Broto Asmoro (YouTube Seskab)
Jakarta -

Pemerintah memastikan tempat tidur untuk pasien Corona (COVID-19) di seluruh rumah sakit (RS) aman. Jumlah tempat tidur yang tersedia di RS pun dipastikan aman jika terjadi lonjakan pasien sebesar 20%.

"Dan berdasar informasi dari Kementerian Kesehatan, bed occupancy ratio atau ketersediaan tempat tidur di rumah sakit di seluruh Indonesia dalam kondisi aman dan dapat mengantisipasi jika terjadi lonjakan 20% sesuai ketentuan WHO. Tapi kita harapkan itu tidak terisi," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, dr. Reisa Broto Asmoro, dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (14/9/2020).

Dia mengungkapkan, pada hari ini dilaporkan ada sebanyak 3.395 pasien sembuh. Sehingga kesembuhan total 158.405.

"Recovery rate-nya 71%. Angka ini cukup tinggi ya, yang artinya 7 di antara 10 orang terkena COVID-19 sudah sembuh," ujar dia.

Reisa juga melaporkan pada hari ini ada penambahan kasus baru COVID-19 sebanyak 3.141. Sehingga total akumulatifnya jadi 221.523.

Dia mengatakan per hari ini kasus aktif di Indonesia ada sebanyak 54.277. Jumlah ini menurun dibanding pada Minggu (13/9) yakni sebanyak 54.649 kasus.

Dia mengatakan memang masih terjadi fluktuasi jumlah kasus aktif. Saat ini, tiga provinsi dengan kasus aktif terbesar ada di Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

"Paling tinggi bisa kita dapatkan di DKI Jakarta sebanyak 11.436 kasus aktif yang juga mengalami penurunan 12.078 kasus. Tertinggi kedua di Jawa Barat, kasus aktifnya sebanyak 6.443 yang ini mengalami kenaikan dibanding sehari sebelumnya yakni 6.404 kasus. Yang tertinggi ketiga di Jawa Tengah yakni kasus aktif sebanyak 5.439. Dan ini mengalami penurunan dibanding hari sebelumnya yakni 5.518," bebernya.

Dia mengajak seluruh pihak untuk kompak dalam melawan COVID-19.

"Mari semua menerapkan 3M untuk memutus mata rantai harus dilakukan di Indonesia bahkan dunia. Kompak dan disiplin yuk. Pemerintah 3T (testing, tracing, treatment), kita semua 3M (memakai masker, menjaga jarak aman, mencuci tangan)," ujar dia.

(jbr/knv)