Hadi Pranoto Diperiksa Lagi 24 September, Polisi: Semoga Kooperatif

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 14:03 WIB
Penjelasan Pengacara soal Penamaan Obat Corona oleh Hadi Pranoto
Hadi Pranoto (kanan) dan pengacaranya (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta -

Pemeriksaan Hadi Pranoto terkait dugaan penyebaran berita hoax soal klaim 'obat Corona' ditunda karena alasan sakit. Polda Metro Jaya kembali mengagendakan pemeriksaan Hadi Pranoto pada pekan depan.

"Rencananya di tanggal 23 atau 24 (September) paling lambat, yang bersangkutan kita layangkan surat dan direncanakan untuk hadir lagi di sini," kata Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (14/9/2020).

Polisi meminta Hadi Pranoto kooperatif memenuhi panggilan tersebut. Polisi meminta Hadi Pranoto menyelesaikan pemeriksaan.

"Harapan kita Saudara HP kooperatif, karena kemarin sudah dilakukan pemeriksaan, dia minta ditunda karena sakit. Kita minta itu diselesaikan, dan harapan kita yang bersangkutan bisa datang ke sini untuk dilakukan pemeriksaan. Ini masih setengah kan (pemeriksaan), nah tanggal 23 (September) atau 24 (September) itu dilanjut," terang dia.

Sebelumnya, pada Senin (7/9) lalu, Hadi Pranoto diperiksa polisi sebagai saksi terlapor. Namun pemeriksaan itu tidak tuntas karena Hadi Pranoto beralasan sedang sakit dan meminta pemeriksaan kembali ditunda.

Ini ketiga kalinya Hadi Pranoto meminta dispensasi ke penyidik. Pada dua panggilan pertama, Hadi Pranoto mangkir dengan alasan sakit.

Seperti diketahui, Hadi Pranoto sudah dua kali mangkir dari panggilan polisi. Setelah polisi mengultimatum akan menjemput paksa, Hadi Pranoto akhirnya memenuhi pemeriksaan pada Selasa (8/9) kemarin.

Pengacara Hadi Pranoto, Tonin Singarimbun, mengatakan pemeriksaan kliennya berjalan lancar. Hadi Pranoto, kata pengacara, menjawab total 48 pertanyaan penyidik dengan baik.

"Kalau jumlah pertanyaan itu 48. Tapi kalau isinya nggak boleh dibuka dulu kan. Intinya tidak ada perdebatan antara penyidik dan Mas Hadi. Oke-oke semua, bisa dijawab dengan lancar," ujar kuasa hukum Hadi Pranoto, Tonin Singarimbun, kepada wartawan, Selasa (8/9).

(mea/mea)