Seorang Pemilik Lahan di Sirkuit MotoGP Mandalika Kini Rela Digusur

Faruk Nickyrawi - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 09:07 WIB
Pihak pemilik lahan di kawasan sirkuit MotoGP Mandalika dan polisi. (Faruk Nickyrawi/detikcom)
Pihak pemilik lahan di kawasan sirkuit MotoGP Mandalika dan polisi. (Faruk Nickyrawi/detikcom)

Meski begitu, kata Artanto, proses land clearing lahan yang diklaim Suhartini bukan berarti menutup haknya untuk melakukan gugatan secara perdata melalui pengadilan. Pihaknya pun berjanji akan mengawal setiap proses ketika Suhartini menempuh jalur hukum.

"Kami dari Kepolisian yang merupakan pengaman, pelindung, dan pengayom masyarakat, dalam hal ini khususnya Polres Lombok Tengah akan mendukung dan terus mengawal, setiap proses sesuai ketentuan hukum, jika Suhartini mengajukan gugatan kepada ITDC melalui pengadilan. Itu adalah hak Suhartini sebagai warga negara yang dilindungi undang-undang," terangnya.

Artanto menyebutkan, berdasarkan informasi dari Ketua Tim Verifikasi Dokumen Percepatan Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, dari 42 orang pemilik lahan enklave (dalam kawasan) Sirkuit MotoGP Mandalika, sesuai hasil verifikasi sebanyak sembilan pemilik lahan akan segera mendapatkan pembayaran dari PT ITDC.

"Total ada Rp 16,9 milyar sudah didaftarkan untuk dilakukan transfer ke rekening Pengadilan Negeri Praya, untuk dilakukan pembayaran terhadap sembilan pemilik lahan enklave. Diharapkan warga yang memiliki hak konsinyasi, nantinya mendatangi Pengadilan Praya untuk mengambil haknya," cetus Artanto.

Sementara itu, Suhartini, yang didampingi Adi, suaminya, kepada media menyampaikan pihaknya mempersilakan ITDC melakukan land clearing atas lahan yang menurutnya adalah miliknya. Namun haknya tetap harus diperhatikan.

"Silahkan saja gusur lahan kami itu, tidak apa-apa, kami tidak akan menghalang-halangi. Tapi tolong selesaikan apa yang menjadi hak-hak kami," ujarnya.

Halaman

(dnu/dnu)