Round-Up

Utak-atik Aturan Kerja di Ibu Kota Akhirnya Tak Jadi Full WFH

Tim detikcom - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 07:00 WIB
Karyawan melakukan aktivitas di salah satu perkantoran di Jakarta, Jumat (11/9/2020). Pemprov DKI Jakarta akan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Senin, 14 September 2020 guna menekan angka penyebaran COVID-19 yang belakangan terus meningkat, nantinya hanya ada 11 bidang usaha yang boleh tetap berjalan dengan operasi minimal dan tidak boleh peroperasi penuh seperti biasa dengan menerapkan pembatasan jumlah karyawan.
Ilustrasi / Aktivitas Perkantoran / Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat di DKI Jakarta diterapkan mulai hari ini. Ada utak-atik aturan soal kerja di kantor sebelum rincian soal PSBB ketat ini diumumkan.

Seperti diketahui, DKI Jakarta sudah menjalani PSBB transisi sejak 4 Juni 2020. Pada Rabu (9/9) lalu, Anies memutuskan untuk menarik rem darurat dan mengembalikan kondisi ke PSBB di awal pandemi yang diberlakukan saat April 2020 lalu.

Namun sederet perkembangan terjadi dalam beberapa hari. Aturan soal sistem masuk kerja akhirnya diubah, dari rencananya semua bekerja dari rumah (work from home/wfh) menjadi maksimal kapasitas 25% di kantor.

Berikut utak-atik aturan masuk kantor saat PSBB ketat dalam kurun waktu 4 hari:

Jumpa Pers Anies 9 September: Full WFH Kecuali 11 Sektor

Dalam jumpa pers pada Rabu (9/9), Anies awalnya berencana mewajibkan seluruh karyawan di Jakarta bekerja dari rumah (work from home/WFH) saat PSBB ketat. Pengecualian diberikan kepada 11 sektor esensial. Berikut daftarnya:

-Kesehatan;
-Bahan pangan/makanan/minuman;
-Energi;
-Komunikasi dan teknologi informasi;
-Keuangan;
-logistik.
-Perhotelan;
-Konstruksi;
-Industri strategis;
-Pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu;
- Pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

"Prinsipnya, mulai Senin, 14 September, kegiatan perkantoran yang non-esensial diharuskan laksanakan dari rumah, bekerja dari rumah. Bukan usahanya yang berhenti, tapi bekerja di kantornya yang ditiadakan. Kegiatan usaha jalan terus, kegiatan kantor jalan terus, tapi perkantoran di gedungnya yang tak diizinkan untuk beroperasi," kata Anies.

Simak juga video 'Pembatasan Kerumunan PSBB Tidak Boleh Lebih dari 5 Orang':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3