Begini Peran 'Kapal Induk' Bantu 'Sekoci' UMKM Go Digital

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 13 Sep 2020 13:48 WIB
Diskusi UMKM Go Digitalisasi (dok istimewa)
Foto: Diskusi UMKM Go Digitalisasi (dok istimewa)
Jakarta -

Pandemi Corona (COVID-19) diharapkan tidak menjadikan pengusaha khususnya di bidang usaha kecil dan menengah putus asa. Masa pandemi, justru dinilai ada kesempatan bagi UMKM untuk meningkatkan pendapatan melalui digitalisasi.

Isu seputar ekonomi UMKM ini didiskusikan bersama sejumlah narasumber yang membidangi ekonomi digitalisasi di program workshop dan talkshow 'Pahlawan Digital UMKM'. Mereka yang menjadi pembicara adalah Staf Khusus Menkop UKM Fiki Satari, Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari, dan Director of East Indonesia Grab Indonesia Halim Wijaya.

Menurut Halim, digitalisasi UMKM seharusnya terus diakselerasi demi tercapainya ketahanan ekonomi masyarakat. Sebab, UMKM terbukti mampu bertahan dan kerap menyelamatkan ekonomi Indonesia dalam sejumlah krisis.

"Keberadaan UMKM menunjukkan bagaimana Indonesia sesungguhnya. Masyarakat Indonesia tak mudah menyerah. Mereka selalu mencari cara untuk menyelesaikan masalah. UMKM sering menyelamatkan Indonesia di tengah tantangan-tantangan yang ada," ujar Director of East Indonesia Grab Indonesia, Halim Wijaya, dalam talk show 'Inspirasi Pahlawan Digital', yang disiarkan langsung di YouTube @KemenkopUKM, Sabtu (12/9/2020).

Menurut Fiki, menyelamatkan UMKM sama saja dengan menyelamatkan ekonomi Indonesia. UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia diibaratkan seperti 'sekoci' kapal yang butuh pendampingan 'kapal induk'.

Kapal induk di sini diartikan Facebook dan Grab. Fiki berharap Grab dan Facebook sebagai Kapal Induk dapat menjadi lokomotif yang menggeret para UMKM di seluruh Indonesia.

"Para pelaku UMKM ini bisa belajar dari Kapal Induk dan berkolaborasi dengan mereka. Kapal Induk ini bisa jadi konsolidator," ujar Fiki.

Fiki menyebut pemerintah akan memperbaiki model bisnis dan koneksi para pelaku UMKM. Oleh karena itu penting sekali sosial media sebagai penghubung.

"Di sini dibutuhkan pahlawan-pahlawan lokal (local heroes) dan aggregator penghubung ke Kapal Induk. Jangan melulu mengandalkan pemerintah," katanya.

Halim menyambut baik usulan Fiki. Menurut Halim, modal utama membesarkan UMKM adalah kerja sama. Kerja sama antara 'Kapal Induk' dan 'sekoci dengan cara pembinaan.

"Mari kita lakukan ini (go digital) bersama-sama. Tak ada kapal kecil atau besar. Pahlawan Digital UMKM bisa jadi kawah candra dimuka untuk mewujudkannya," tegas Halim.

Sementara itu, Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari menekankan pentingnya kebersamaan dalam memajukan UMKM di Indonesia. Dia menyarankan agar adanya kerjasama erat untuk memajukan UMKM di Indonesia.

"Setiap Kapal Induk (stakeholder) tak bisa jalan sendiri, harus bergandeng tangan menyelesaikan problem yang ada. Kapal-kapal sekoci ini harus bekerja sama untuk menemukan mutiara (UMKM unggulan) di seluruh Indonesia agar bisa go international dan mengharumkan Indonesia," tandasnya.

Ruben menyarankan para inovator muda tak hanya sekadar menciptakan produk dan jasa inovatif. Mereka juga punya tanggung jawab lebih dalam memberikan semangat, contoh, dan berbagi ilmu dengan UMKM lain terutama membantu mereka untuk Go Digital.

Pentingnya masuk ke platform digital untuk menyelamatkan UMKM terutama di masa pandemi ini menjadi hal krusial. Menurut survei yang dilakukan Facebook Indonesia hampir 53% pelaku UMKM mengaku usaha mereka menurun, dan 50% harus melakukan pengurangan jumlah pekerja. Pengurangan pekerja ini banyak terjadi di sektor-sektor yang langsung bersinggungan dengan publik seperti industri retail.

"Namun yang menarik, hampir 56% persen UMKM yang ada Facebook cepat beralih ke dunia digital. Mereka memanfaatkan platform-platform digital yang sudah ada seperti Facebook, Instagram atau WhatsApp. Dan sekitar 25% pelaku UMKM saat ini mengaku penghasilan mereka didapat dari platform digital," beber Ruben.

Diketahui, pemerintah saat ini mendorong program 'Pahlawan Digital UMKM' untuk menstimulasi pelaku bisnis digital sebagai puller (penarik) bagi UMKM yang lain. Pemerintah juga mencoba mendesain sejumlah program.

Hingga saat ini, sebanyak 125 inovator digital telah mendaftar untuk bergabung dalam Pahlawan Digital UMKM. Sekitar 80% berasal dari luar DKI Jakarta.

Sebanyak 30 peserta bootcamp atau pelatihan akan diumumkan pada 16 September 2020 mendatang. Perkembangan info terkait Pahlawan Digital UMKM bisa dipantau di akun Instagram @pahlawandigitalumkm, @kemenkopukm, dan @putri_tanjung. Adapun bootcamp nanti menghadirkan para pengajar berpengalaman yang membantu para inovator digital ini lebih berdaya, seperti dari Facebook dan Grab Indonesia.

(zap/imk)