Kasatpol PP DKI: Banyak Restoran Kena Teguran Lisan Jelang PSBB Total

ADVERTISEMENT

Kasatpol PP DKI: Banyak Restoran Kena Teguran Lisan Jelang PSBB Total

Wilda Nufus - detikNews
Minggu, 13 Sep 2020 13:20 WIB
Poster
Ilustrasi protokol kesehatan di restoran (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin mengaku menemukan banyak restoran yang tidak menerapkan protokol kesehatan secara ketat jelang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di DKI Jakarta. Teguran lisan pun diberikan kepada restoran-restoran tersebut.

"Beberapa juga kena teguran, KFC Juanda dan KFC Patung Tani," kata Arifin, di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (13/9/2020).

Arifin menjelaskan restoran yang ditegur lisan tersebut lantaran protokol kesehatan COVID-19 yang diterapkan dinilai masih kurang. Mulai dari tidak adanya pengecekan suhu sampai belum tersedianya tempat cuci tangan.

"Ada beberapa yang saya katakan, biasanya protokol yang kita cek itu adalah yang berkenaan dengan protokol kesehatan, protokol kesehatan itu apa. Yang pertama, orang masuk ke restoran harus diperiksa suhu tubuhnya, pakai thermo gun, seluruh pekerja wajib pakai masker, orang yang masuk ke dalam juga pakai masker, kemudian dia juga harus siapkan tempat cuci tangan, dengan air yang mengalir sabun," papar Arifin.

Arifin mempersilakan jika warga tetap datang ke restoran selama tidak ada larangan. Namun, kata dia, mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari penularan COVID-19 merupakan kewajiban yang harus dilakukan.

"Sebenarnya datang ke restoran silakan saja tidak dilarang, selama belum ada larangan ya, tetapi mari kita sebagai warga harus pandai selektif melihat restoran yang aman dari COVID-19 atau tidak," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan akan kembali melakukan PSBB total seperti awal masa pandemi Corona. Apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama PSBB total?

Anies menuturkan, selama masa PSBB ini warga diminta untuk melakukan seluruh kegiatan dari rumah. Hal ini disebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dulu saat awal wabah Corona.

"Kita akan terapkan seperti arahan Bapak Presiden di awal wabah dahulu, yaitu bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan usahakan beribadah juga dari rumah," kata Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9).

Kegiatan yang perlu dilakukan dari rumah yaitu, bekerja kantoran. Selain itu, kegiatan belajar mengajar juga disebut masih tetap dilakukan di rumah.

Rumah makan, restoran, hingga kafe juga kembali tekena pembatasan. Tempat makan tersebut diperbolehkan buka namun tidak boleh hanya melayani take away.

(mae/mae)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT