Anies Berlakukan PSBB Jakarta, Soal SIKM Masih Tanda Tanya

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2020 16:27 WIB
Ditlantas Polda Metro Jaya perketat pemeriksaan SIKM Jakarta bagi pemudik yang hendak kembali ke Ibu Kota. Pemeriksaan itu salah satunya dilakukan di perbatasan
Foto: Grandyos Zafna/Anies Berlakukan PSBB Jakarta, Soal SIKM Masih Tanda Tanya
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan putuskan menarik rem darurat dan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Jakarta mulai Senin, 14 September 2020. Artinya, PSBB di DKI Jakarta akan dilakukan secara ketat seperti pada masa awal pandemi COVID-19. Saat itu ada aturan soal surat izin keluar-masuk (SIKM) Jakarta.

Namun hingga kini, SIKM Jakarta belum disinggung lagi oleh Pemprov DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan, mengenai SIKM akan diumumkan lagi. "Nanti akan kita umumkan itu ya kita belum sampai ke situ," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Sementara Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo pada Kamis (20/9/2020), mengatakan, pihaknya menunggu keputusan resmi Pemprov DKI Jakarta soal peraturan gubernur (Pergub) tentang PSBB total. Pihaknya masih menunggu aturan-aturan apa saja yang akan diterapkan terkait pelaksanaan PSBB ketat ini, termasuk salah satunya soal SIKM.

Untuk diketahui pada masa awal PSBB Jakarta, Anies mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi DKI Jakarta dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 pada 14 Mei 2020. Sehari kemudian SIKM resmi diterapkan.

Aturan ini kemudian direvisi dengan Pergub Nomor 60 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Bepergian di Provinsi DKI Jakarta dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 yang dikeluarkan pada 23 Juni 2020.

Intinya orang yang tidak memiliki KTP Jabodetabek wajib mengurus SIKM ketika akan melakukan perjalanan keluar dan masuk Provinsi DKI Jakarta dengan tujuan daerah di luar Jabodetabek atau melakukan perjalanan masuk Provinsi DKI Jakarta dengan asal perjalanan dari daerah di luar Jabodetabek.

SIKM Jakarta hanya bertahan sampai 14 Juli 2020. Saat masa PSBB transisi itu Pemprov DKI Jakarta mencabut Pergub Nomor 60/2020. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo melalui siaran pers resmi Pemprov DKI Jakarta mengatakan efektivitas SIKM menurun sejak larangan mudik dicabut pemerintah pusat.

Sebagai gantinya, Pemprov DKI memanfaatkan teknologi Corona Likelihood Metric (CLM). Warga yang ingin keluar-masuk wilayah DKI Jakarta harus mengisi data dalam CLM. Pengisian CLM itu dapat dilakukan melalui aplikasi ataupun website jaki.jakarta.go.id. Pemohon tinggal memasukkan data pribadi di aplikasi Jaki tersebut.

Tata Cara Tes CLM:

1. Unduh Jaki di Google Play Store atau App Store
2. Buka Jaki, pilih JakCLM untuk mulai tes
3. Salin pernyataan persetujuan dan nama Anda
4. Isi identitas diri dengan jujur dan benar
5. Jawab pertanyaan sesuai kondisi kesehatan dan riwayat yang Anda alami dengan jujur
6. Lihat rangkuman jawaban dan setujui pengiriman data
7. Simpan hasil tes dengan kode QR atau unduh hasil tes

Arti Hasil Tes CLM, pengganti SIKM:

1. Level 1: risiko rendah
2. Level 2: risiko sedang
3. Level 3: risiko tinggi

Dalam mengisi CLM, masyarakat tak perlu melampirkan hasil pemeriksaan COVID-19, baik dengan rapid test maupun swab test. Jadi apakah Gubernur Anies akan menerapkan kembali SIKM saat PSBB Jakarta diperketat atau hanya CLM seperti saat PSBB transisi?

(nwy/pal)