Nelayan Makassar Kembali Ditangkap Polisi Usai Aksi Tolak Tambang di Laut

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2020 12:02 WIB
Ilustrasi Nelayan
Ilustrasi nelayan (Foto: dok. Shutterstock)
Makassar -

Nelayan ditangkap polisi setelah melakukan aksi menolak aktivitas tambang di laut. Ada tujuh nelayan asal Pulau Kodingareng, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dan beberapa mahasiswa yang dibawa oleh penegak hukum.

"Kejadiannya sekitar pukul 10 pagi tadi di Kepulauan Kodingareng. Informasi yang kami dapat, tujuh nelayan yang ditangkap dan ada juga mahasiswa," kata advokat publik LBH Makassar, Edy Kurniawan, saat dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (12/9/2020).

Berdasarkan informasi dari para nelayan, Edy menyebut penangkapan dilakukan setelah para nelayan melakukan aksi menolak aktivitas tambang yang dilakukan PT Boskalis.

"Itu bermula dari aksi protes kegiatan tambang. Mereka ini beraksi di lokasi tambang menolak itu kapal PT Boskalis. Mungkin dari kegiatan aksi itu mereka ditangkap," terangnya.

Pihaknya juga masih mencari informasi soal alasan penangkapan nelayan yang dilakukan oleh kepolisian. "Informasi dari warga, mereka hanya (melakukan) aksi dan setelah aksi mau pulang, mungkin dihadang Polair dan terjadi gesekan," ungkapnya.

Hingga kini nelayan dan mahasiswa yang ditangkap tengah dalam perjalanan menuju kantor Ditpolair Sulsel. Ini kedua kalinya terjadi penangkapan terhadap nelayan setelah tiga nelayan ditangkap pada dua minggu lalu atas aksi serupa.

(fiq/aud)