1 Korban Longsor-Banjir Gorontalo Masih Hilang hingga Hari Ke-5 Pencarian

Ajis Khalid - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2020 10:45 WIB
Proses pencarian warga korban banjir dan longsor di Bone Bolango, Gorontalo
Proses pencarian warga korban banjir dan longsor di Bone Bolango, Gorontalo (Ajis Khalid/detikcom)
Bone Bolango -

Proses pencarian satu korban banjir dan tanah longsor di Desa Bunga Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango terus dilakukan Basarnas Gorontalo. Pencarian ini dibantu warga desa sekitar.

"Perkembangan pencarian korban banjir di Desa Bunga pada Sabtu hari ini memasuki hari kelima. Pagi tadi sudah turun ke lokasi pencarian. Di lokasi sekarang ada tim SAR gabungan, TNI-Polri, BPBD, dan organisasi warga peduli. Sampai saat ini pencarian korban belum ditemukan," kata Kepala Basarnas Provinsi Gorontalo I Made Junetra, Sabtu (12/9/2020).

Dia menyampaikan kendala tim gabungan di lapangan adalah cuaca. Di lokasi pencarian yang berjarak 400 meter dari permukiman warga ini sering turun hujan. Hal itu menimbulkan kekhawatiran terjadinya longsor susulan jika air sungai meluap.

"Kendala di lapangan terkadang cuaca hujan dari pagi sampai siang. Tetapi tetap kita lakukan pencarian dengan selalu berhati-hati. Kalau di sungai bisa saja ada air bah, itulah yang kita waspadai. Tapi saat pencarian, saya salut kepada warga Bone Raya, mereka akan berhenti membantu pencarian jika sudah ditemukan warga yang hilang itu," jelas Junetra.

Dia menyatakan saat ini titik lokasi pencarian 100 meter dari lokasi longsor. Di titik ini sebelumnya ditemukan korban lainnya.

"Kita juga akan mempersiapkan tim sekitar sembilan orang yang akan membantu personel yang sudah ada. Tim yang saat melakukan pencarian juga butuh istirahat. Siang ini kita akan siagakan," tutur Junetra.

Banjir dan longsor itu terjadi tiga Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango, Senin (7/9/2020). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mencatat ada ratusan keluarga yang terdampak.

"Korban yang sudah didata 826 keluarga, ada 3.074 Jiwa. Rumah hanyut atau rusak total itu 10 rumah, rusak berat 63 dan 241 rusak ringan," kata Kepala BPBD Provinsi Gorontalo Sumarwoto, Sabtu (12/9/2020).

Dia menyatakan pemerintah kabupaten dan provinsi sudah memberikan bantuan dan mendirikan dapur umum di lokasi yang terdampak banjir bandang dan longsor.

"Kondisi terkini masyarakat susah untuk menyediakan makanan. Maka dari itu, Pemerintah Provinsi menyiapkan dapur umum dan memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang sudah bisa memasak. Kami juga menyediakan tenda-tenda pengungsi, kemudian menolong masyarakat untuk bersihkan rumahnya," lanjutnya.

Dia menambahkan, untuk menyingkirkan lumpur dan mengangkat bebatuan serta pohon besar akan diusahakan mendatangkan alat berat ke lokasi banjir bandang dan longsor.

"Hari ini kita koordinasi untuk mengupayakan alat berat karena batu-batu besar dan pohon-pohon serta kerikil-kerikil yang banyak. Susah kalau hanya dievakuasi dengan tangan. Kami upayakan alat berat. Kami masih komunikasikan karena sebagian masih dipakai di lokasi lain," tuturnya.

Selain ratusan rumah rusak parah, lima orang tertimbun longsor di Kecamatan Bone Raya. Empat orang ditemukan tewas dan 1 orang masih dalam pencarian, yaitu Abubakar Lahikula.

Proses pencarian warga korban banjir dan longsor di Bone Bolango, GorontaloProses pencarian warga korban banjir dan longsor di Bone Bolango, Gorontalo (Ajis Khalid/detikcom)
(aud/aud)