Gelar Perkara dengan Polri, KPK Cari Tahu Alasan Klaster Kasus Djoko Tjandra

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 13:13 WIB
KPK
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata usai gelar perkara dengan Bareskrim Polri soal skandal Djoko Tjandra (Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta -

KPK ingin sengkarut kasus yang melibatkan Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra menjadi satu kesatuan yang utuh. Sebab, saat ini ada beberapa perkara yang menjerat Djoko Tjandra yang ditangani Polri maupun Kejaksaan Agung (Kejagung).

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata baru saja mengikuti gelar perkara dengan mengundang Bareskrim Polri yang diwakili oleh Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dirtipikor) Brigjen Djoko Poerwanto. Alexander mengaku ingin melihat gambaran utuh perkara yang menjerat Djoko Tjandra yang ditangani polisi.

"Karena ini kan Djoko Tjandra ditetapkan sebagai tersangka di Bareskrim dan di Kejaksaan. Nanti akan kita lihat keterkaitannya. Pasti ada kaitannya tapi kembali lagi tadi dalam rangka koordinasi dan supervisi ingin memastikan jangan sampai satu perkara besar itu tinggal per bagian-bagian atau klaster-klaster," ucap Alexander usai gelar perkara di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2020).

Seperti diketahui Bareskrim Polri menangani 2 perkara terkait Djoko Tjandra yaitu tindak pidana umum soal penggunaan surat jalan palsu serta tindak pidana khusus soal dugaan suap terkait penghapusan red notice. Di sisi lain Kejagung menjerat Djoko Tjandra sebagai tersangka terkait dugaan suap pengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA).

Alexander menyoroti hal itu lantaran menduga ada benang merah yang seharusnya bisa membuat perkara-perkara itu ditangani secara langsung saja, tidak dipecah-pecah. Namun untuk lebih jelasnya Alexander mengaku akan melakukan gelar perkara lagi siang ini bersama dari perwakilan dari Kejagung.

"Apakah tujuan penghapusan itu untuk apa? Apakah nanti akan mengarah kepada pada upaya-upaya untuk pengajuan PK (Peninjauan Kembali) dan seterusnya? Itu belum kita gambarkan dan kami berharap gambaran utuh ya nanti siang akan juga mengundang Jampidsus (Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus), apakah ada keterkaitan perkara yang ditangani Bareskrim dan Kejaksaan," kata Alexander.

"Kita ingin melihat Djoko Tjandra menyuap jaksa, menyuap pejabat di kepolisian ini tujuannya apa. Itu garis tujuan besarnya yang ingin kami gambarkan. Kami tidak ingin melihat perkara itu berdiri sendiri-sendiri seolah-olah Djoko Tjandra menyuap pejabat polisi itu berbeda dengan perbuatan dia menyuap pejabat di kejaksaan. Ini sebetulnya tujuan daripada kegiatan koordinasi dan supervisi yang dilakukan KPK," imbuh Alexander memberikan penjelasan.

(fas/dhn)