Kasus Pinangki Mungkin Digarap Bareng KPK, Kejagung: Jangan Berandai-andai

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 21:24 WIB
Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah meninggalkan Gedung Merah Putih KPK,  Jakarta, Senin (7/9/2020). Febrie menyambangi KPK terkait penyidikan kasus jaksa Pinangki Sirna Malasari. Belum diketahui materi pertemuan Febrie dengan pihak KPK.
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Kejaksaan Agung angkat bicara terkait kemungkinan kasus jaksa Pinangki Sirna Malasari dikerjakan bersama antara Kejagung dan KPK. Terkait hal itu, Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah mengungkap kasus Pinangki sudah hampir selesai.

"Ah, saya nggak berandai-andai, Pinangki sudah hampir selesai," kata Febrie di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2020).

Febrie menilai pemeriksaan kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan Pinangki telah usai. Terkait kemungkinan kerja bersama Kejagung dan KPK, Febrie mengatakan akan mendiskusikannya terlebih dahulu.

"Jangan berandai-andai, yang jelas Pinangki sudah hampir selesai. Nah nanti pengembangannya kan nanti didiskusikan dengan KPK," ujar Febrie.

Sebelumnya, KPK mengundang Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Bareskrim Polri untuk melaksanakan gelar perkara kasus dugaan korupsi yang menjerat Djoko Tjandra dkk. Kejagung memastikan bakal hadir di KPK besok.

"Infonya akan hadir Pak Jampidsus beserta para direktur," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono melalui pesan singkat, Kamis (10/9).

Gelar perkara dilakukan pada Jumat, 11 September 2020, mulai pukul 9.00 WIB. Gelar perkara bersama Bareskrim dan Kejagung itu dibagi menjadi dua gelombang, Bareskrim Mabes Polri pukul 09.00 WIB, sedangkan Kejaksaan Agung pukul 13.30 WIB.

(maa/maa)