Pistol Prajurit TNI Meletus Saat Hendak Dikosongkan di Bandara Kualanamu

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 21:56 WIB
handgun with bullets on the wooden surface, closeup with vignette, useful for various security,protection or criminal topics
Ilustrasi pistol (Dok. Thinkstock)
Medan -

Pistol yang dibawa seorang anggota TNI tiba-tiba meletus di Bandara Kualanamu. Pistol meletus saat akan dikosongkan.

Peristiwa itu terjadi di Terminal Keberangkatan Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Kamis (10/9/2020) pagi. Orang-orang yang ada di lokasi tersebut sempat kaget.

"Ya, peristiwa tersebut benar adanya," kata Plt Branch Communication Legal Angkasa Pura II Bandar Udara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Fajri Ramdhani.

Dia mengatakan pistol tersebut meletus saat anggota TNI, JP, yang hendak melakukan perjalanan dengan pesawat Lion Air menuju Jakarta melakukan pengosongan peluru. Tiba-tiba pistol meletus.

"Senpi yang sudah mengarah ke lantai tiba-tiba meledak. Hal tersebut tidak adanya korban jiwa maupun kerusakan fasilitas bandara KNIA (Kualanamu Internasional Airport)," ujar Fajri.

Dia mengatakan pihak bandara telah mengimbau maskapai mengarahkan penumpang yang membawa senjata terkait keperluan institusi ke ruang khusus. Hal tersebut ditujukan agar peristiwa tak diinginkan bisa dihindari.

"Kami selalu menghimbau kepada airlines dan ground handling apabila ada protokol atau institusi yang yang membawa senjata kemudian mengosongkan senjata dengan peluru agar dilarang dan diarahkan ke ruang khusus pengosongan senjata api yang telah kami sediakan," tuturnya.

Masalah tersebut sudah diselesaikan oleh pihak keamanan bandara dan perwakilan TNI. Fajri menyebut permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

"Kami selaku penyelenggara kebandarudaraan melakukan upaya penyelesaian dengan kekeluargaan dan sehingga tidak adanya permasalahan di kemudian hari terkait hal tersebut. Kemudian kejadian tersebut ditangani oleh petugas OIC, Airport Security PT Angkasa Pura II dan saksikan oleh perwakilan Otoritas Wilayah II, Airlines Groundhandling serta Perwakilan TNI," ujarnya.

(haf/jbr)